Ilustrasi bocah tenggelam (05/06/2018). Ilustrasi: Tribratanews

Bocah SD Bengkulu Tewas Tenggelam di Kolam Bekas Galian Bijih Besi

Estimasi Baca:
Senin, 18 Jun 2018 11:10:33 WIB

Kriminologi.id - Siswa Sekolah Dasar (SD) bernama Rizky Alpian tewas setelah terpeleset dan jatuh ke dalam kolam bekas galian tambang pasir bijih besi di Desa Rawa Indah, Bengkulu.

Siswa SD berusia 8 tahun itu sedang asyik memancing bersama temannya di tepi kolam.

Warga Desa Penago Baru Kecamatan Ilir Talo, Kabupaten Seluma, Bengkulu tak terselamatkan setelah tenggelam selama sekitar satu jam.

"Korban bersama temannya sedang asyik memancing di tepi kolam, tiba-tiba terpeleset dan jatuh ke dalam kolam dan tenggelam," kata Toni, warga yang ikut mengevakuasi jenazah korban, Senin, 18 Juni 2018.

Korban, kata Tony, tidak bisa berenang dan sempat tenggelam selama satu jam sebelum warga melakukan pencarian. Korban akhirnya ditemukan warga dalam kondisi sudah tak bernyawa setelah dilakukan penyelaman ke dasar kolam sekitar 5-7 meter.

Kolam yang digunakan korban sebagai lokasi pemancingan ini, kata Toni, merupakan bekas galian tambang pasir bijih besi peninggalan PT Famiaterdio Nagara.

Perusahaan tambang tersebut pernah beroperasi di wilayah itu selama dua tahun yakni pada 2008 - 2010.

Akan tetapi, aktivitas tambangnya itu dihentikan warga Penago Baru dan Rawa Indah yang tinggak di sekitarnya, karena disinyalir dapat merusak lingkungan pesisir.

Desakan warga itu berhasil menghentikan aktivitas penambangan bijih besi, hanya saja kolam bekas galiannya dibiarkan begitu saja.

"Sejak penambangan berhenti tidak ada reklamasi yang dilakukan pihak perusahaan sehingga korban jiwa berjatuhan," Toni menambahkan.

Warga sekitar juga sudah resah dengan keberadaan lubang bekas galian yang berbahaya itu. Salikin, kerabat korban mengatakan, lubang tersebut kerap memakan korban.

Salikin membeberkan, peristiwa warga tenggelam di lubang bekas galian ini pernah terjadi sebelumnya. Namun, korban yang terpeleset ke dalam kolam saat itu terselamatkan.

Menurut Salikin, sejak PT Famiaterdio Nagara berhenti beroperasi, warga sudah meminta pemerintah daerah Seluma untuk mereklamasi bekas galian tersebut. 

Kini, di area sekitar masih ada empat kolam bekas galian tambang yang dibiarkan menganga bahkan satu kolamnya memiliki kedalaman hingga 14 meter.

Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500