Rusun Tahap 3 Kemayoran di Jalan Dakota, Kemayoran, Jakarta Pusat. Foto: Erwin/Kriminologi.id

Bocah SD Tewas Tertimpa Konblok, Polisi: Kemungkinan Ada Unsur Pidana

Estimasi Baca:
Senin, 10 Sep 2018 21:05:10 WIB

Kriminologi.id - Pihak kepolisian hingga kini masih menyelidiki kasus tewasnya bocah kelas 2 SD, Andri Wibowo yang tertimpa konblok dari rumah susun di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Menurut polisi, insiden ini tak menutup kemungkinan adanya unsur pidana.

“Harus dipastikan ada orang yang menjatuhkan sengaja atau tidak sengaja, kita lihat perkembangannya. Tidak menutup kemungkinan ada unsur pidananya,” kata Kapolsek Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Roma Hutajulu saat dikonformasi di Jakarta, Senin, 10 September, 2018. 

Roma mengatakan, pihaknya belum mengetahui dari lantai berapa konblok yang menewaskan Andri terjatuh. Karenanya, untuk mencari tahu hal tersebut, pihaknya telah memeriksa tiga saksi. Diketahui, saksi tersebut ada di lokasi kejadian saat konblok jatuh menimpa korban.

"Jatuhnya konblok tidak tahu dari lantai berapa. Gak ada saksi yang tahu apakah jatuhnya itu dijatuhkan orang, ataukah jatuh karena memang tergeser pelan-pelan setelah itu terjatuh," ujarnya. 

Lebih lanjut, Roma mengatakan, pihak keluarga korban sudah menerima insiden ini sebagai musibah. Dipastikan, pihak keluarga tidak melanjutkan ke jalur hukum. Namun demikian, kepolisian belum menyatakan berhenti melakukan penyelidikan. 

Sebelumnya, Andri Wibowo tewas tertimpa batu konblok dari Rumah Susun Tahap Tiga Kemayoran di Jalan Dakota, Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu, 8 September 2018, sekitar pukul 13.00 WIB.

Saat itu Andri sedang bermain bersama temannya Iqbal dan Reyhan. Ketiganya sedang bermain sambil membeli jajan cilok yang mangkal di lokasi kejadian. Warga yang melihat peristiwa itu lalu membawa korban ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

Reporter: Walda Marison
Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500