Polda Jabar ungkap kasus pencabulan anak di bawah umur, Foto: Arief Pratama/Kriminologi.id

Cabuli Siswi SMP, Pelaku Sebar Video Porno hingga ke Orang Tua Korban

Estimasi Baca:
Jumat, 10 Ags 2018 17:35:05 WIB

Kriminologi.id - Kepolisian Daerah Jawa Barat mengamankan pria berinisial FS alias Farid (26) lantaran mencabuli anak di bawah umur berinisial GSP (13). Usai mencabuli korban dan merekam aksinya, pelaku kemudian mengirimkan video itu ke teman-teman korban hingga sampai ke tangan orang tua korban.

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, pihaknya mengamankan pelaku pada awal Agustus di sekitar Kota Bandung. Menurut Agung, keduanya berkenalan melalui media sosial Facebook. 

"Jadi pelaku FS ini berkenalan dengan GSP yang masih duduk di bangku sekolah SMP. Lalu singkat cerita FS ini mengajak ketemu GSP. Dari situ mereka berdua dekat, dan akhirnya FS mengajak GSP ke rumahnya," kata Agung, Jumat, 10 Agustus 2018.

Agung mengatakan, kedekatan mereka berawal pada Februari hingga Maret tahun ini. Namun, keduanya mulai dekat pada Mei. Selama mereka pacaran, kata Agung, keduanya sempat melakukan hubungan intim di rumah pelaku sebanyak dua kali.

Namun, aksi pelecehan terhadap anak di bawah umur itu hanya direkam pelaku satu kali. Korban bersedia memenuhi permintaan pelaku, kata Agung, lantaran korban dijanjikan untuk dinikahi pelaku. 

"Dengan rayuan maut tersebut, akhirnya GSP mau berhubungan intim dengan FS," kata Agung.

https://cdn.kriminologi.id/news_picture_thumb/pelaku-pencabulan-terhadap-anak-di-1533891636.jpg

Setelah keduanya melakukan hubungan intim, kemudian pelaku menyebarkan video itu ke teman-teman korban melalui aplikasi WhatsApp (WA). Terkait dengan bagaimana cara pelaku mengetahui nomor WA teman-teman korban, Direskrimum Polda Jabar, Kombes Pol Umar Surya Fana mengatakan, pihaknya menduga nomor itu sudah pelaku kumpulkan semasa keduanya menjalin asmara. 

Video porno yang disebar pelaku ke teman-teman korban, kata Umar, kemudian sampai ke tangan orang tua korban.

"Tanpa sadar setelah dua bulan kejadian berhubungan intim, orang tua GSP menerima video porno anaknya," kata Umar.

Setelah menerima kiriman video porno itu, kata Umar, orang tua korban lalu melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. 

Umar juga menjelaskan, saat awal pelaku berkenalan dengan korban melalui Facebook dan mendapatkan nomor WA korban hingga keduanya mulai berpacaran, pelaku selalu mengirimkan video-video porno ke korban. 

"Saat dikasih nomor WhatsApp GSP, pelaku FS selalu mengirim video porno dan gambar porno kepada korban," kata Kombes Umar.

Saat korban dan pelaku semakin dekat, kata Umar, pelaku lalu mengajak korban untuk bertemu. Saat bertemu itulah, pelaku meminta korban untuk melakukan hubungan badan. 

Dugaan adanya pesanan video porno pencabulan dengan anak di bawah umur dari pihak tertentu dari pelaku, ia mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman.

"Kami masih mendalami, apakah penyebaran video dirinya dengan GSP saat hubungan intim ada yang memesan," kata Umar.

Umar juga menjelaskan, bahwa pihaknya tidak menemukan adanya unsur pemerasan saat pelaku menyebarkan video-video porno dengan korban. Namun, untuk lebih meyakinkan, pihaknya masih terus mendalami kemungkinan-kemungkinan ini.

Pelaku, kata Umar, mengaku kepada petugas baru sekali menyetubuhi anak di bawah umur. Lainnya, ia pernah melakukan hal ini kepada orang dewasa. 

Menurut Umar, tindakan pelaku terhadap korban sudah memenuhi unsur kekerasan terhadap anak di bawah umur. Pelaku pun dijerat pasal pencabulan dan atau persetubuhan anak di bawah umur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 juncto Pasal 76 D dan atau Pasal 82 Jo Pasal 76E UU Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 27 ayat 1 UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Pelaku mengajak berhubungan badan dengan berjanji menikahi, itu tetap ada paksaan kepada anak di bawah umur, dan pelaku memang punya niat merekam adegannya bersama GSP itu pun masuk memenuhi unsur Pasal 81 dan 82 tentang perlindungan anak," jelasnya.

Kini pelaku sudah mendekam di sel Direskrimum Polda Jabar. Pelaku terancam hukuman delapan tahun penjara untuk kasus pencabulan anak di bawah umur. Selain itu, pelaku juga dijerat enam tahun hukuman penjara penjara untuk kasus penyebaran video melalui media sosial berdasarkan UU ITE. YH I 

Reporter: Arief Pratama
Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500