Kapolres Karawang AKBP Hendy F Kurniawan (kiri). Foto: Ist/Tribratanews

Cerita Pilu Bayi Calista Koma di RSUD Karawang, Dianiaya Ibu Kandung

Estimasi Baca:
Sabtu, 24 Mar 2018 15:55:34 WIB

Kriminologi.id - Cerita pilu seorang balita bernama Calista berumur satu tahun tiga bulan yang mengalami koma di RSUD Karawang akibat dianiaya Sinta, ibu kandungnya. Penganiayaan Calista oleh ibunya itu tak masuk akal. Penganiayaan sang ibu terhadap balitanya itu sangat kejam dan terus berulang selama 2 bulan. 

Penganiayaan Sinta terhadap darah dagingnya itu dilakukan mulai dari penganiayaan ringat seperti mencubit, memukul hingga puncaknya membenturkan kepala anaknya ke tembok. Penganiayaan terakhir yang menjadi pemicu Calista mengalami koma saat dianiaya hingga jatuh menimpa rak piring. 

"S pernah mencubit, memukul dan membenturkan kepala anaknya ke tembok,” ujar Kapolres Karawang, AKBP Hendy F Kurniawan, seperti dilansir Tribratanews Jumat, 23 Maret 2018. 

Hendy mengatakan, Calista mengalami benturan keras ke rak piring hingga luka dalam di kepala. Luka tersebut merambat ke organ tubuh lainnya. Hal ini yang menjadi pemicu Calista mengalami koma. "Luka dalam di kepala itu berefek pada pendarahan di mata," ujar Hendy. 

Sinta yang telah dimintai keterangan polisi semula mengelak kalau luka di sekujur tubuh Calista itu akibat ulahnya. Ibu muda itu membuang badan bahkan menuding Darja, kekasihnya, yang menjadi pelaku penganiaya anaknya hingga meninggalkan luka di tubuh anaknya itu.

Sinta dan Calista memang tinggal di rumah Darja, di Kampung Iplik, Desa Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Sita belum memberikan jawaban saat ditanya siapa ayah kandung Calista. Ia hanya merespons pertanyaan itu dengan tangis air mata yang membasahi wajahnya. 

Hendy mengatakan, berdasarkan keterangan pihak rumah sakit Calista mengalami penurunan pada refleknya di banding dengan balita pada umumnya. Pada kedua mata Calista pun terdapat infeksi. Calista juga mengalami peradangan otak yang menjadi penyeab balita itu belum sadarkan diri. 

Sinta telah ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan Calista. Penetapan ini berdasarkan bukti visum da keterangan saksi yang menyimpulkan sang ibu adalah pelakunya. “Setelah terkumpul dua alat bukti, yaitu visum dan keterangan saksi, kami simpulkan pelaku penganiayaan adalah ibu kandung korban,” ujar Kapolres Karawang AKBP Hendy F Kurniawan di Polres Karawang, Jumat, 23 Maret 2018. 

Semula banyak orang yang curiga terhadap kekasih Sinta yang menjadi pelaku penyiksaan Calista. Hal itu diperkuat dengan pengakuan Sinta saat dimintai keterangan awal di RSUD Karawang. Namun, keterangan itu tidak ditelan mentah-mentah oleh penyidik dengan melakukan uji silang kepada para saksi.

Hingga akhirnya Sinta ditetapkan sebagai tersangka. Akibat perbuatannya, Sinta dijerat Pasal 80 UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

KOMENTAR
500/500