ilustrasi pelecehan seksual anak. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Delapan Siswa SD di Bekasi Lecehkan Teman Siswinya Saat Jam Istirahat

Estimasi Baca:
Kamis, 30 Ags 2018 18:10:17 WIB

Kriminologi.id - Seorang siswi SD berinisial F (12) di Bekasi menjadi korban pelecehan seksual delapan teman prianya di sekolah. Aksi pelecehan seksual itu dilakukan para pelaku saat jam istirahat.

"Kejadiannya berlangsung di dalam kelas saat jam istirahat. Korban ditarik oleh beberapa teman laki-lakinya berjumlah delapan orang," kata Komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bekasi Muhammad Rozak, Kamis, 30 Agustus 2018.

Rozak menjelaskan, peristiwa pelecehan seksual yang melibatkan para siswa SD itu terungkap ketika keluarga korban melapor kepada KPAD Kabupaten Bekasi, seminggu setelah kejadian. Pelecehan itu, kata Rozak, terjadi pada Kamis, 16 Agustus 2018 di salah satu SDN di Kecamatan Kedungwaringin.

"Keluarga korban melapor karena merasa tidak puas atas hasil penyelesaian persoalan oleh pihak sekolah," kata Rozak.

Rozak melanjutkan, dari laporan yang ia terima, korban F ditarik para teman laki-lakinya ke dalam kelas saat jam istirahat. Para pelaku kemudian memeluk dan meraba organ vital korban. Aksi pelecehan tersebut, kata Rozak, sempat disaksikan siswa-siswa perempuan lainnya. 

"Kejadian tersebut sempat disaksikan empat siswa perempuan namun tak bisa berbuat banyak," katanya.

Atas kejadian ini, korban mengalami trauma dan tidak ingin pergi ke sekolah, karena takut. Korban kini hanya berdiam diri di rumah dan tidak mau lepas dari sang ibu.

"Jadi sudah seminggu ini semenjak kejadian korban tidak sekolah. Korban sendiri ingin pindah dan rencananya akan dipindahkan ke daerah Sumedang di rumah saudaranya," kata Rozak.

Kini, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak sekolah sekaligus memediasi antara keluarga korban, keluarga para pelaku, serta pihak sekolah.

"Karena ini para pelakunya berusia di bawah 12 tahun, sesuai sistem peradilan yang dikedepankan penyelesaian di luar pengadilan atau diversi. Kami akan lakukan mediasi, kemudian di sisi lain korban juga kami lakukan pendampingan," kata Rozak.

Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500