Ilustrasi kekerasan anak. Infografik: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Dendam Ditinggal Suami Saat Hamil, Ibu Aniaya Anak Hingga Tewas

Estimasi Baca:
Rabu, 23 Mei 2018 23:15:37 WIB

Kriminologi.id - Kepolisian Resor Asahan menangkap Datna br Manurung, warga Desa Asahan Mati Dusun IV Kecamatan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Datna diduga melakukan penganiayaan terhadap anaknya AF (3) hingga tewas.

Kapolres Asahan AKBP Yemi Mandagi mengatakan, tersangka melakukan penganiayaan yang mengakibatkan kematian ini karena dendam kepada suami yang meninggalkannya saat ia mengandung 5 bulan.

"Sang suami pergi meninggalkan Datna dalam kondisi mengandung Fatin," kata Yemi, Rabu, 23 Mei 2018.

Penemuan korban bermula dari kecurigaan warga setempat yang menemukan luka memar dan lebam di tubuh korban. Warga kemudian melaporkan kasus itu ke kepolisian dan meminta jenazah korban diautopsi. 

Saat tiba di lokasi, petugas dari Polsek Sei Kepayang langsung mengevakuasi korban ke RSUD Djasamen Saragih di Pematang Siantar. Dari hasil autopsi tersebut, dipastikan korban meninggal dunia karena aniaya.

"Pendarahan terjadi di rongga tengkorak akibat adanya kekerasan benda tumpul yang berulang-ulang di daerah kepala disertai adanya luka memar pada hampir sekujur tubuh," kata Yemi. 

Dari pemeriksaan terhadap saksi dan juga tersangka, petugas mendapatkan fakta bahwa tersangka menganiaya korban menggunakan gayung plastik dan tangan.

Yemi menjelaskan, penganiayaan ini terjadi karena tersangka kesal dengan suami yang meninggalkannya ketika ia hamil 5 bulan. Sejak saat itu, tersangka diduga stress sehingga ia melampiaskan kekesalannya kepada anaknya. 

Terkait dengan perbuatannya, tersangka mengakui bahwa penyebab kematian anaknya adalah kekerasan yang dilakukannya sendiri. Ia juga mengakui semua ia lakukan lantaran sakit hati dan dendam kepada suami yang pergi meninggalkannya dalam kondisi hamil.

"Itu buah hati saya, saya memang melakukan kekerasan kepadanya, tetapi saya tidak tahu kalau berujung dengan kematian, dan tidak ada niat untuk membunuhnya," kata tersangka dengan nada pelan.

Kini, barang bukti berupa gayung plastik warna merah diamankan petugas. Tersangka diperiksa di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Asahan.

Atas perbuatan sadisnya itu, tersangka terancam jeratan hukum dengan pasal 80 ayat (3) dan (4) jo Pasal 76 C UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002. Ia terancam hukuman 15 tahun penjara ditambah sepertiganya karena merupakan orang tua kandung korban. 

Reporter: Yenny Hardiyanti
Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500