Gambar penganiayaan. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Dianiaya Anak Kandung, Opung Enggan Cerita ke Tetangga

Estimasi Baca:
Kamis, 24 Mei 2018 16:15:42 WIB

Kriminologi.id - Meski kepalanya bocor dipukuli anak kandungnya dengan menggunakan sebatang besi, RY atau yang biasa dipanggil Opung tetap tidak mau menceritakan kasus penganiayaan yang dilakukan anaknya itu kepada para tetangga.

Hal itu diceritakan salah satu tetangga korban di Jalan Taruna Jaya, Kelurahan Cibubur, Ciracas Jakarta Timur. Saat kejadian, dia mengaku ikut masuk ke dalam rumah korban dan membantu Opung yang sudah dalam keadaan wajah penuh darah.

Saat Opung dibawa menuju rumah sakit menggunakan mobil toyota Rushnya, Arni sempat bertanya tentang permasalahan yang menlibatkan ibu dan anak itu hingga anaknya tega menganiaya.

"Dia senyum aja, suaranya pelan bilang anak saya gak apa-apa," kata Arni menirukan omongan Opung, Kamis, 24 Mei 2018.

Arni tidak mengetahui permasalah apa yang membuat Rolas tega memukuli ibunya dengan menggunakam besi dan mencekik leher kemudian menyeretnya ke kamar mandi.\"Info yang beredar kan gara-gara uang Rp 10 ribu, cuma kan gak tau bener apa engga, saya juga gak tau persis masalahnya apa,"katanya.

Dilingkungan Rolas terbilang anak yang biasa-biasa saja kehidupan sehari-hari Rolas layaknya anak seumuranya yang suka bermain.  Sesekali rekanya datang ke rumah Rolas untuk mengajaknya nongkrong.

"Biasa aja anaknya, tapi memang Rolas suka sedirian di rumah, Senin sampai Jumat tinggal di rumah sendirian, ibunya sama RV kan ngekos di Jakarta Utara jadi guru, pulang Sabtu Minggu," katanya.

Diberitakan sebelumnya, seorang anak berinisial RY (19) tega memukuli RS ibu kandungnya sendiri dengan menggunakan besi. Pelaku RY geram karena tidak diberi uang jajan sebesar Rp 10 ribu oleh ibunya.

Peristiwa tersebut terjadi rumah RS di Jalan Taruna Jaya, Kelurahan Cibubur Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Minggu, 20 Mei 2018, sekitar pukul 16.00 WIB. 

Awalnya, RY meminta uang kepada ibunya sebesar Rp 10 ribu, namun tak diberikan. Penolakan itu membuat RY meradang. Tiba-tiba pemuda itu mengambil sepotong besi kemudian memukulkan kepala ibunya. Tidak hanya memukul kepala ibunya, RY juga mencekik leher korban.

Emosi RY tak hanya sampai di situ. Tak puas memukul dan mencekik leher ibunya, RY kemudian menyeretnya ke dalam kamar mandi dalam kepala berlumuran darah. AS

Reporter: Rahmat Kurnia
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500