Dok. Kapolda Jatim Machfud Arifin. Foto: Tribratanews

Direhabilitasi Psikis, 7 Anak Terduga Teroris Diserahkan ke Kemensos

Estimasi Baca:
Selasa, 12 Jun 2018 17:15:47 WIB

Kriminologi.id - Tujuh anak terduga teroris telah menjalani pemulihan secara medis di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jatim. Selanjutnya, mereka akan mengikuti pemulihan secara psikis terutama trauma dan pemahaman di Kementerian Sosial (Kemensos).

Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos Nahar menjemput langsung tujuh anak terduga teroris tersebut. Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin mengatakan, penyerahan dilakukan karena dinilai fasilitas rehabilitasi di RS Bhayangkara kurang memadai dibandingkan dengan milik Kemensos. 

"Di polisi mungkin kurang komplit, di Rumah Sakit Bhayangkara mungkin merasa terkungkung, di tempat Kementerian Sosial mungkin akan merasa aman, ya saya senang lah," katanya, Selasa, 12 Juni 2018.

Rehabilitasi terhadap tujuh anak terduga teroris, ia mengungkapkan, merupakan kerja sama Polda Jatim dengan Kemensos. Tujuh anak tersebut, masing-masing tiga dari Sidoarjo, satu dari Polrestabes Surabaya dan tiga dari hasil penindakan. 

"Sementara sudah mulai pulih, kemudian ceriah," ujar Machfud Arifin. 

Sedangkan, Direktur Rehabilitasi Anak Kemensos, Nahar menjelaskan, pihaknya siap menerima tujuh anak terduga teroris  untuk menjalani proses selanjutnya, usai menjalani tahapan rehabilitasi medis. 

"Satu layanan medis, lalu kemudian rehabilitasi sosial, lalu kemudian pendampingan psikososial, pengobatan sampai pemulihan," katanya. 

Pihaknya, ia menambahkan, akan mengukur seberapa cepat proses pendampingan psikososialnya. Kemudian pada saatnya akan dilakukan proses rehabilitasi dengan keluarga dan lingkungan. 

Untuk tempat rehabilitasi, ia menjelaskan, pihaknya sengaja merahasiakan. Tujuannya demi keamanan, kenyamanan, dan keselamatan anak-anak itu sendiri. Namun yang pasti, tempat rehabilitasi yang dimiliki Kemensos ada di beberapa kota.

"Prinsipnya pelayanannya adalah kepentingan terbaik bagi anak. Kita tentu tempatnya menyesuaikan dengan apakah anak ini nyaman di sini? Kita akan sesuaikan dengan kondisi," ujar Nahar. 

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: RRI
KOMENTAR
500/500