Sejumlah warga mengantre mengambil sembako gratis saat acara Untukmu Indonesia di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (28/4). Foto: Antara

Dokter RS Tarakan Bakal Diperiksa Terkait Kematian 2 Bocah di Monas

Estimasi Baca:
Senin, 7 Mei 2018 18:45:03 WIB
Dokter RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, yang menangani dua bocah korban tewas setelah mengikuti kegiatan pembagian sembako gratis di kawasan Monas bakal diperiksa

Kriminologi.id - Pihak dokter Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, yang menangani dua bocah korban tewas setelah mengikuti kegiatan pembagian sembako gratis di kawasan Monas bakal diperiksa penyidik Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum atau Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Kasubdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum atau Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Jerry Siagian, mengatakan pihaknya berencana memeriksa dokter RSUD Tarakan yang menangani kasus ini pada Rabu, 9 Mei 2018. 

“Kita juga panggil dokter yang memeriksa korban di RS Tarakan. Cuma baru bisa hari Rabu pekan ini,” kata Jerry Siagian saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 7 Mei 2018. 

Menurutnya, penyidik akan meminta keterangan dokter RSUD Tarakan untuk mencari tahu secara pasti penyebab keduanya meninggal dunia. Pasalnya, polisi tak bisa melakukan autopsi lantaran keluarga menolak. Polisi juga berencana memeriksa kamera Closed Circuit Television atau CCTV RSUD Tarakan untuk mengetahui jam kedatangan korban ke rumah sakit. Juga waktu korban meninggal di sana.

Polisi juga berencana mengambil rekaman kamera CCTV acara di Monas guna dicocokkan dengan kamera CCTV di RSUD Tarakan. 

"Hari ini baru mau diambil (CCTV di RS Tarakan). Kita juga periksa video dari panitia. Terus nanti akan kita bandingkan dengan yang punya dokter. Nah kita mau bandingkan, si bocah meninggal karena apa," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menyebutkan kedua bocah berinisial MJ dan AR meninggal dunia, karena ikut dalam antrean bagi-bagi sembako yang digelar oleh Forum Untukmu Indonesia pada Sabtu 28 April 2018. TD

Reporter: Erwin Maulana
Penulis: Tito Dirhantoro
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500