Dok. Pernikahan dini. Foto: Pixabay.com

Dua Bocah SMP di Bantaeng Menikah, Alasannya Takut Tidur Sendiri

Estimasi Baca:
Senin, 16 Apr 2018 13:50:44 WIB
Karena usia belum memenuhi syarat, pihak KUA Bantaeng menolak dengan mengeluarkan blanko N9 (penolakan pencatatan). Namun mereka mengajukan permohonan dispensasi ke Pengadilan Agama Bantaeng dan dikabulkan.

Kriminologi.id - Dua bocah sekolah menengah pertama (SMP) di Bantaeng, Sulawesi Selatan, menempuh jalan hidup yang tidak biasa. Saat seusianya dihiasi bermain, bersekolah dan mendapat perhatian orang tua, keduanya malah ingin membina rumah tangga.

Dua pasangan ini usianya tidak terpaut jauh. Laki-laki berusia 15 tahun 10 bulan, sedangkan sang perempuan 14 tahun 9 bulan. Kementerian Sosial menyayangkan rencana pernikahan dini pasangan anak SMP di Sulawesi Selatan yang telah mendapat persetujuan Pengadilan Agama Bantaeng.

"Kami dari Kemensos sangat menyayangkan jika pernikahan itu terjadi. Seharusnya dibimbing dan diarahkan dulu tidak langsung disetujui karena usia anak bukan usia yang baik untuk pernikahan," kata Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos, Edi Suharto di Jeneponto, Sulawesi Selatan, Senin, 16 April 2018.

Dia menjelaskan, merujuk Undang-Undang Perlindungan Anak bahwa batas usia anak adalah 18 tahun. Sementara usia pasangan tersebut di bawah ketentuan UU.

"Usia anak adalah untuk bermain, bersekolah dan mendapatkan perhatian dari orang tuanya, kalau memang alasannya menikah seperti yang diberitakan karena takut tidur sendiri saya pikir orang tua atau kerabatnya yang mendampingi," tambah dia.

Sebelumnya heboh pemberitaan tentang sepasang kekasih yang masih berusia belia ingin menikah. Mereka mendaftarkan rencana pernikahannya kepada KUA Kecamatan Bantaeng, lalu mengikuti Bimbingan Perkawinan (Bimwin), Kamis, 12 April 2018, serta untuk mendapatkan pencatatan pernikahan.

Karena usia mereka yang belum memenuhi syarat untuk menikah sesuai dengan UU Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, pihak KUA Bantaeng menolak dengan mengeluarkan blanko N9 (penolakan pencatatan).

Menurut Undang Undang tentang Perkawinan, batas usia minimal untuk menikah bagi perempuan adalah 16 tahun dan laki-laki 19 tahun.

Namun mereka mengajukan permohonan dispensasi kepada Pengadilan Agama Bantaeng dan permohonannya dikabulkan.

 DM
KOMENTAR
500/500