Dari kiri, Kuasa Hukum Panitia penyelenggara Hendri Indraguna, Ketua KPAI Susanto, Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

Dua Bocah Tewas di Monas, KPAI Panggil Pemprov DKI Minggu Depan

Estimasi Baca:
Jumat, 4 Mei 2018 19:50:52 WIB
Pemeriksaan pihak Pemprov dirasa perlu dilakukan KPAIuntuk memenuhi unsur keberimbangan informasi tentang tewas Muhammad Rizky Saputra (10). Sebab, Pemprov DKI terlibat dalam pemberian izin diselenggarakannya acara.

Kriminologi.id - Pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan memanggil pihak Pemprov DKI Jakarta terkait acara bagi-bagi sembako di Monas yang mengakibatkan korban jiwa beberapa hari lalu, Minggu depan. 

Acara pembagian sembako tersebut bernama "Untuk Mu Indonesia" yang diselenggarakan pada Sabtu, 28 April 2018.

"Minggu depan kami akan mengundang Pemprov (DKI Jakarta)," kata Ketua KPAI Susanto di kantor KPAI Pusat, Jakarta Pusat, Jumat, 4 Mei 2018.

Pemeriksaan pihak Pemprov dirasa perlu dilakukan KPAI. Hal itu untuk memenuhi unsur keberimbangan informasi tentang tewas Muhammad Rizky Saputra (10). Sebab, pihak Pemprov DKI terlibat dalam pemberian izin diselenggarakanya acara tersebut. 

Sejauh ini, KPAI baru mendapatkan informasi mengenai tewasnta Rizky dari pihak panitia penyelenggara. 

"Selanjutnya kami akan gali informasi dari pihak terkait penyelenggaraan acara ini. Selebihnya akan kami analisis, akan kami diskusikan dan tentu akan mengambil sikap selanjutnya secara kelembagaan," ujar Susanto. 

Pada hari yang sama, Hendri Indraguna mewakili panitia menyatakan berbela sungkawa atas kematian Ryan dan Mahesa, dua anak yang tewas saat acara pembagian sembako di Monas. 

Pihaknya mengaku sudah memberikan bantuan berupa uang santunan kepada kedua korban yang diduga tewas karena acara bagi-bagi sembako tersebut. 

Menurut dia, sejauh pihak panitia sudah cukup kooperatif dalam membantu keluarga korban tewas terutama kepada Muhammad Rizky Saputra (10).

Dia pun membenarkan ada kelompok atas nama Relawan Merah Putih yang datang menghampiri keluarga korban beberapa waktu lalu. 

"Itu (relawan Merah Putih) utusan kami, Kami sudah berikan santunan," ujar kuasa hukum pihak panitia, Hendri Indraguna di hari dan waktu yang sama. 

Komariah (kiri) ibunda Muhammad Rizky Saputra, anak yang tewas dalam pembagian sembako di silang Monas, Jakarta Pusat. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id
Komariah (kiri) ibunda Muhammad Rizky Saputra, anak yang tewas dalam pembagian sembako di silang Monas, Jakarta Pusat. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

Sebelumnya, kuasa hukum pihak keluarga Rizky, Muhammad Fayyadh membenarkan jika klienya mendapat uang sebesar Rp 5 Juta dari sekelompok orang yang beratasnamakan relawan Merah Putih. Namun Fayyadh belum bisa memastikan jika uang tersebut sebagai tutup mulut. 

Dave sebelumnya dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri oleh keluarga Muhammad Rizky Saputra pada Rabu, 2 Mei 2018

"Kami jerat dengan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian," ujar Muhammad Fayyadh di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Pusat, Selasa 2 Mei 2018.

Tidak hanya melaporkan Dave karena acara yang menyebabkan adanya korban jiwa, Fayyad mengatakan, pihaknya juga menuding panitia penyelenggara tidak memiliki izin dari Pemprov DKI Jakarta terkait acara bagi-bagi sembako.

Fayyadh mengatakan, panitia mengajukan izin kepada Pemprov DKI dengan kedok acara menyambut hari tari sedunia. Namun acara tersebut malah menyisipkan agenda bagi-bagi sembako. 

"Pihak Dinas dari awal tidak akan mengijzinkan jika ada acara bagi-bagi sembako di monas," tuturnya.

Fayyadh resmi memubuat laporan ke Mabes Polri dengan nomor laporan LP/578/V/2018 Bareskrim. Fayyadh juga membawa beberapa barang bukti berupa surat kematian dari Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan dan surat kematian dari pihak kelurahan tempat keluarga Rizki tinggal. 

"Kami jerat dengan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian," jelas Fayyadh. 

 DM
KOMENTAR
500/500