Ilustrasi anak tengah mencuri. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Empat Cerita Anak Dimanfaatkan Orang Terdekat Jadi Eksekutor Pencurian

Estimasi Baca:
Senin, 23 Jul 2018 07:05:33 WIB

Kriminologi.id - Kondisi anak yang belum mampu mengambil keputusan sendiri dan belum memiliki pengetahuan yang baik tentang tindakan melanggar hukum atau tidak, kerap dimanfaatkan orang dewasa. Bukannya diberikan pembelajaran yang tepat, anak justru dijerumuskan untuk melakukan tindak kejahatan. Salah satunya memanfaatkan anak sebagai eksekutor aksi pencurian.

Beberapa waktu yang lalu, kelompok pencuri spesialis rumah kosong (rumsong) terungkap melibatkan anak di bawah umur dalam aksinya. Bahkan dalam aksi mereka, diketahui si anak diplot sebagai eksekutor.

Hal ini terungkap ketika pelarian empat buronan spesialis rumsong selama sebulan berhasil dihentikan petugas Kepolisian Sektor Bantargebang, Bekasi, di tempat persembunyiannya. Mereka adalah Mardi Jumadi (20), Suherman (32), Firmansyah (28), dan anak di bawah umur DS (13).

Terkait pelibatan tersangka anak di bawah umur, diketahui ketiga tersangka dewasa memanfaatkan kondisi DS yang putus sekolah untuk mencuri barang di rumah korban.

Dalam kasus-kasus seperti ini, meskipun anak adalah pelaku, perlu dipahami bagaimana pun juga status anak adalah sebagai korban. Yakni korban dari penggunaan kekuasaan yang salah dari orang dewasa di sekitarnya.

Infografik Anak Dijadikan Eksekutor Pencurian. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Pelibatan anak sebagai eksekutor aksi pencurian ternyata sudah beberapa kali terungkap. Berdasarkan penelusuran Kriminologi.id, ada empat kasus serupa pernah terungkap di beberapa daerah lainnya. Mirisnya, kebanyakan anak-anak ini justru dimanfaatkan orang terdekatnya sendiri, seperti orang tua dan keluarga.

1. Ayah Manfaatkan Anak Sebagai Eksekutor Curi Tas di Batam

Di Batam, seorang ayah tega menjerumuskan anaknya sendiri ke dalam aksi kejahatan. Adalah Poltak yang akhirnya tak berkutik ketika ditangkap Polsek Sagulung setelah mengambil tas ibu bhayangkara Polda Kepri yang sedang mengikuti acara pesta di sebuah gereja, Minggu, 8 Oktober 2017.

Spesialis pencurian tas wanita di tempat pesta dan gereja tersebut selalu berpura-pura menjadi tamu undangan untuk melancarkan aksinya. Di sela-sela acara, Poltak bersama anaknya JI (8,5) berpura-pura ke belakang panggung. Poltak menyuruh anaknya mendekati kursi pengantin atau kursi keluarga yang ada di panggung.

Kemudian, sang anak mengambil tas yang ada di tempat tersebut. Setelah tas diambil, Poltak dan anaknya langsung pulang dari acara pesta.

2. Ibu Ajak Anak Jadi Eksekutor Curi Baju di Pasar Bontang Selatan

Aksi pencurian orang tua yang melibatkan anaknya juga pernah terungkap di Bontang, Kalimantan Timur, pada Jumat, 2 Juni 2017. Aksi ini terungkap saat seorang perempuan berinisial MD bersama anaknya T tertangkap tangan mengutil pakaian di salah satu toko baju di Pasar Berbas Tengah, Bontang Selatan.

Dijelaskan pemilik toko, Fakhrul Roji, saat itu keduanya datang berpura-pura hendak berbelanja baju. MD bertindak sebagai pengalih perhatian dengan cara memilih-milih baju, sedangkan T yang masih SMP bertugas sebagai eksekutor. T memasukkan baju yang dicuri ke ranselnya.

Namun, aksi itu berhasil diketahui istri pemilik toko. Ibu dan anak itu pun langsung diamankan ke Polsek Bontang Selatan.

3. Aksi Pencurian Sekeluarga di Nganjuk, Sang Cucu Jadi Eksekutor

Lima orang dalam satu keluarga ditangkap jajaran Polsek Kertosono Nganjuk, Jawa Timur, pada 27 Desember 2015. Penangkapan itu dilakukan atas aksi pencurian keluarga tersebut di sebuah toko mebel. Pelaku yang terdiri dari kakek, nenek, dua anak kandung dan satu cucu ini berhasil menggasak uang puluhan juta rupiah. Mirisnya, sang cucu yang masih berumur 11 tahun dijadikan sebagai eksekutor pencurian.

Kelima pelaku antara lain Arif Evendi (58), sang kakek, Mujiati (52), sang nenek, Emi Nurohmawati  (35) dan Fitra Akbar (27), anak dari Arif Evendi, dan As (11), cucu dari Arif Evendi.

Dalam kasus ini, Arif mengaku sebelumnya telah mengajari As cucunya cara mencuri dan mencongkel laci uang sehingga dengan mudah As dapat mengeksekusi pencuriannya.

4. Kawanan Pencuri di Jember Libatkan Anak Sebagai Eksekutor

Pada 2010, terungkap kawanan pencuri yang sering melakukan aksinya di sejumlah wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang mempekerjakan anak di bawah umur untuk melancarkan aksinya. Hal ini terungkap setelah jajaran Polsek Balung menangkap Jum (12) dan Pan (14) pada Rabu petang, 9 Juni 2010.

Kepada polisi, kedua anak baru gede itu mengaku direkrut Solihin alias Tejo (25), warga Desa Jemberarum, Kecamatan Puger. Jum dan Pan menjadi anak buah Tejo sejak dua tahun sebelumnya. Tejo diketahui memanfaatkan kondisi keduanya yang berasal dari keluarga broken home.

Tejo dan dua rekannya, Sy (25) dan Er (25), berperan sebagai konseptor, termasuk menggambar denah rumah atau toko yang ditargetkan. Kemudian, Jum dan Pan bertindak sebagai eksekutornya.

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500