Ilustrasi Mayat Bayi. Ilustrasi: Kriminologi.id

Fakta-fakta Bayi Gagal Aborsi di Mojokerto, Tewas Dalam Jok Motor

Estimasi Baca:
Kamis, 16 Ags 2018 19:55:41 WIB

Kriminologi.id - Bayi laki-laki tewas di tangan orang tuanya sendiri. Bayi tersebut lahir di luar nikah oleh pasangan Dimas Sabhra Listianto (21) dan Cicik Rocmatul Hidayati (21). Karena panik keduanya gagal mengaborsi bayi itu, sehingga saat bayi itu lahir mereka menaruhnya di dalam jok sepeda motor Yamaha Nmax untuk dibawa ke puskesmas terdekat.

Kriminologi.id mengumpulkan fakta-fakta terkait peristiwa tragis itu.

1. Hamil di Luar Nikah

Cicik Rocmatul Hidayati (21) merupakan mahasiswa di Kediri, Jawa Timur. Ia hamil di luar nikah oleh tersangka Dimas Sabhra Listianto (21), pacarnya yang berprofesi sebagai satpam. Keduanya adalah sepasang kekasih dan telah menjalin hubungan asmara selama satu tahun. Selama berpacaran, keduanya mengaku telah tujuh kali melakukan hubungan suami istri hingga hamil. 

"Yang perempuan takut ketahuan orang tuanya dan didukung yang laki-laki untuk menggugurkan kandungan. Kandungannya sendiri sudah berusia delapan bulan," Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata, Selasa, 14 Agustus 2018. 

2. Beli Pil Aborsi dari Perawat di Aceh

Dimas membeli pil penggugur kandungan seharga Rp 500 ribu. Ia menghubungi salah satu temannya berinisial M dan menanyakan tempat penyedia pil penggugur bayi.

"Teman saya memberi masukan dan merekomendasikan ke salah satu perawat," kata Dimas, Rabu, 15 Agustus 2018.

Perawat tersebut, kata Dimas, merupakan tetangganya yang sedang bertugas di Aceh.

"Saya pun memesan ke perawat itu. Perawat tersebut mulanya adalah tetangga saya namun sekarang bertugas di Aceh. Saya beli dengan harga Rp 500 ribu untuk 5 butir, saya pakai uang pribadi saya dan dikirim melalui POS," kata Dimas.

Pil penggugur kandungan itu ia terima dua minggu kemudian. 

3. Aborsi di Vila 

Setelah mendapatkan pil penggugur kandungan dari seorang perawat di Aceh, keduanya menyewa vila di kawasan Pacet, Kabupaten Mojokerto, seharga Rp 150.000 per hari, pada Minggu, 12 Agustus 2018, sekitar pukul 21.00 WIB. Tujuan menyewa vila itu tak lain untuk menggugurkan kandungannya. Di vila itu,  Cicik meminum obat sebanyak lima butir. Keesokan harinya, Senin, 13 Agustus 2018, Cicik mengalami pendarahan. Kemudian, ia melahirkan tanpa bantuan bidan. 

"Kemudian kami menyewa vila di kawasan Pacet dengan harga Rp 150 ribu per hari untuk menggugurkan kandungan. Minggu malam kita ke sana dan Senin sekitar pukul 10.00 WIB bayi itu lahir," kata Dimas, Rabu, 15 Agustus 2018. 

Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata mengatakan, pelaku kaget karena bayi yang dilahirkan tersebut dalam keadaan hidup.

4. Tangan Bayi Aborsi Bergerak

Saat bayi yang dilahirkan pacarnya itu lahir, Dimas melihat bayi itu bergerak.

"Saya tidak tahu kalau bayi tersebut rupanya sudah berumur delapan bulan. Karena saya tidak pernah memeriksakan usia kandungan ke dokter. Saya tidak tega ketika melihat wajah anak saya, saat saya gendong tangannya bergerak," ujar Dimas, Rabu, 15 Agustus 2018.

Melihat adanya tanda-tanda kehidupan, ia ingin cepat-cepat menyelamatkannya. Keduanya membawa bayi tersebut ke Puskesmas Gayaman. 

4. Menaruhnya dalam Jok Motor

Setelah keduanya melakukan aborsi dan bayi itu lahir dalam keadaan hidup, tersangka Dimas mengaku berusaha untuk menyelamatkan anaknya. Ia juga tidak ingin anaknya kedinginan sehingga ia memasukkan ke dalam jok motornya untuk ke puskesmas terdekat.

"Saya panik dan ingin segera sampai puskesmas agar anak saya selamat. Saya akhirnya memasukan ke jok, agar tidak kedinginan bayi itu saya selimuti dengan kaos. Saya benar-benar menyesal, saya tidak mikir panjang," kata Dimas.

Jarak antara vila yang disewa kedua tersangka dengan Puskesmas Gayaman memakan waktu 20 menit. 

5. Bayi meninggal

Dalam perjalanan, bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut meninggal sehingga oleh pihak RS Gatoel dievakuasi ke ruang jenazah RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Tersangka Dimas ikut serta hingga ke ruang jenazah.

"Tadi itu, katanya dia (laki-laki diduga orang tua bayi) bawa bayi ke Puskesmas Gayaman tapi karena kritis dan peralatannya minim, makanya sama perawatnya dibawa ke RS Gatoel. Tadi ditemani empat perawat tapi akhirnya meninggal," ungkap salah satu satpam RS Gatoel, Senin, 13 Agustus 2018.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP M Sholikin Fery mengatakan, pelaku panik karena mengira bayi dilahirkan sudah meninggal ternyata masih hidup. 

"Kenapa dibawa ke Puskemas Gayaman? Karena panik saja, bingung mau dibawa kemana," tuturnya.

Mayat bayi berjenis kelamin laki-laki yang masih lengkap dengan ari-ari tersebut saat ini berada ruang jenazah RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. 

Sholikhin menambahkan kedua orang tua bayi tersebut telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka. Dimas dibekuk saat mengantarkan istrinya ke ruang jenazah RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Sedangan Cicik diamankan di rumahnya usai menjalani perawatan di rumah sakit usai melahirkan.

Polisi menjerat kedua tersangka dengan Pasal 77a ayat 1 UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 10 tahun. Selain itu, keduanya juga dijerat dengan Pasal 194 UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana 10 tahun, serta Pasal 80 ayat 3, 4 UU No 35 Tahun 2014 tentang Perindungan Anak dengan ancaman pidana 20 tahun.

KOMENTAR
500/500