Ilustrasi kekerasan murid SD. Foto: Ist/Kriminilogi.id

Fakta-Fakta Siswa SD di Garut Tewas di Tangan Teman Sebangku

Estimasi Baca:
Rabu, 25 Jul 2018 17:05:51 WIB

Kriminologi.id - Dua siswa Sekolah Dasar (SD) FN dan HK terlibat perkelahian di Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Korban FN tewas karena ditusuk gunting oleh HK yang tak lain adalah teman sebangkunya. Keduanya terlibat perkelahian karena persoalan buku.

Sejumlah fakta muncul terkait kekerasan anak tersebut. Kriminologi.id merangkum sejumlah fakta terkait kasus tersebut.

1. Pelaku Dituduh Curi Buku Pelajaran

Perkelahian antara FN dan HK berawal pada Sabtu, 21 Juli 2018. Saat itu FN kehilangan satu buku pelajarannya di kelas, Jumat, 20 Juli 2018. Keesokan harinya buku pelajaran tersebut ditemukan di bawah meja belajarnya. FN kemudian menuduh HK menyembunyikan buku pelajarannya.

Tuduhan itu berlanjut saat keduanya melintas di Kampung Babakan Cikandang, sepulang sekolah. Keduanya mulai berselisih hingga akhirnya berkelahi. 

“Ketika pelaku (HK) merasa tersudut, dia pun mengambil sebilah gunting yang ada di tasnya. Pelaku membela diri menggunakan gunting tersebut sehingga mengenai kepala korban dan menimbulkan luka robek pada kepala dan punggung,” ujar Kapolsek Cikajang, AKP C. Bambang.

2. Perkelahian Dilerai Warga

Ujang Sugandi saksi mata perkelahian dua murid SD tersebut yang rumahnya hanya berjarak 100 meter dari SD tempat keduanya bersekolah sempat melerai perkelahian itu. Ujang mengaku sempat masuk ke rumah. Namun tak disangka, salah satu murid SD yang berkelahi itu terluka berlumuran darah.

"Awalnya berkelahi namun saya pisah. Mereka dua sempat salaman," kata Ujang Sugandi, Rabu, 25 Juli 2018.

Setelah melerai, Ujang mengaku sempat masuk ke rumah. Namun tak disangka, salah satu murid SD yang berkelahi itu terluka berlumuran darah.

"Lalu saya masuk ke rumah hendak mengeluarkan motor saya. Pas saya lihat lagi keluar, F ini sudah berlumuran darah," kata Ujang. 

3. Korban Sempat Dirawat

FN korban penusukan yang dilakukan oleh teman sebangkunya HK, sempat dirawat di rumah sakit Garut untuk menjalani perawatan. Usai perkelahian itu, Ujang yang panik melihat FN berlumuran darah, lalu bergegas membawanya ke sekolah. 

Para guru lalu membawa FN ke Puskesmas terdekat yaitu Puskesmas Pembantu (Pustu) Cikajang. Sabtu, 21 Juli 2018, siang, FN kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Garut. Di rumah sakit itu FN menjalani perawatan selama satu malam. Hingga akhirnya Minggu, 22 Juli 2018, pagi, FN kembali ke rumah karena kondisi sudah membaik.

Kemudian saat di rumah, kondisi korban sempat drop lalu dibawa ke klinik di Cikajang. Korban dinyatakan meninggal pukul 11.30 WIB.

4. Gunting untuk Pelajaran Kesenian

Terkait gunting yang dibawa HK hingga membuat FN akhirnya mengembuskan nafas terakhir, karena keduanya menjalani kegiatan belajar kesenian bersama di sekolah.

“Kenapa ada gunting pada mereka karena bertepatan dengan jam pelajaran Kesenian,” kata Kapolsek Cikajang, AKP C. Bambang, di Cikajang, Garut, Jawa Barat, pada Selasa, 24 Juli 2018.

Bambang menjelaskan, gunting yang dibawa HK sebelumnya digunakan di sekolah untuk membuat anyaman kertas yang terbuat dari karton. Tak hanya gunting, HK juga membawa alat-alat lainnya untuk membuat anyaman kertas tersebut. AS

Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500