RS Omni Alam Sutera. Foto: www.omni-hospitals.com

Gugat RS Omni, Ibu Bayi Jared-Jayden Ingin Ada Ganti Rugi Malapraktik

Estimasi Baca:
Senin, 9 Jul 2018 18:15:43 WIB

Kriminologi.id - Juliana Dharmadi menggugat dokter FL dan Rumah Sakit Omni Alam Sutera atas tindakan malapraktik yang menyebabkan penglihatan kedua anak kembarnya, Jared dan Jayden terganggu hingga salah satunya mengalami kebutaan total.

Juliana meminta para tergugat untuk memberikan ganti kerugian materil atas penderitaan yang dialami kedua anaknya selama 8 tahun terakhir.

"Ibu Juliana ingin ada ganti kerugian. Karena setelah kejadian (malpraktik) itu ada kerugian yang dia tanggung berupa biaya pengobatan bahkan sampai ke Australia," kata pengacara Juliana, Maddenleo T. Siagian dihubungi Kriminologi.id, Senin, 9 Juli 2018. 

Siagian membenarkan jika kasus malapraktik yang dialami bayi kembar Jared dan Jayden pernah dilaporkan Juliana ke pihak kepolisian pada 2010. Namun kala itu ia bukan kuasa hukum yang mendampingi Juliana.

Juliana saat itu melaporkan adanya dugaan malapraktik dokter di Rumah Sakit Omni Alam Sutera didampingi oleh kuasa hukum dari kantor OC Kaligis.

Tetapi laporan Juliana itu kandas di tengah jalan setelah penyidik Polda Metro Jaya mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus tersebut.

Menurut Siagian, upaya hukum yang dilakukan Juliana pada 2010 itu lebih ke masalah pidana. Sementara kali ini upaya hukum yang dilayangkan Juliana adalah gugatan perdata yang didaftarkan ke Pengadilan Negeri Tangerang.

"Yang sekarang minta penggantian kerugian akibat melakukan perbuatan tersebut sekitar Rp 16 M," terang Siagian.

Siagian mengatakan angka Rp 16 miliar tersebut adalah ganti kerugian materil dan imateril atas apa yang dialami dua anak kembar Juliana yang kini telah berusia 9 tahun itu.

Ia mengatakan, salah satu anak Juliana yaitu Jared kini mengalami kebutaan total. Sementara Jayden penglihatannya berkurang.

"Itu untuk biaya pengobatan selama ini dan sampai besar nanti karena kan mereka butuh asistensi terus karena penglihatannya," ujar Siagian menambahkan. 

Siagian menuturkan sebenarnya sempat ada perbincangan antara Juliana dengan pihak tergugat untuk menyelasaikan perkara ini secara damai.

Namun pada saat itu tidak ada kejelasan terutama soal ganti kerugian, sehingga akhirnya Juliana memutuskan untuk melayangkan gugatan perdata meminta ganti kerugian ke pengadilan.

"Waktu awal-awal memang ada rencana damai. Tapi enggak ada tawaran angka," katanya.

Siagian optimistis gugatan Juliana akan dikabulkan oleh pengadilan. Menurut rencana, sidang gugatan tersebut akan digelar perdana pada Rabu, 11 Juli 2018.

"Ya, karena ini perdata kan baru sekali diajukan," tutup Siagian.

Diberitakan sebelumnya, Juliana mengaku telah memberikan kuasa hukum kepada pengacaranya untuk menggugat dokter FL, RS Omni, dan dokter AHS (turut tergugat).

Juliana menjelaskan, gugatan itu terkait dengan dugaan malapraktik yang dilakukan oleh dokter FL sebagai tergugat I. Dokter FL bekerja di bawah tanggung jawab RS Omni Alam Sutera (tergugat II).

Juliana menuturkan, pihak tergugat tersebut diduga tanpa meminta persetujuan dan pemberitahuan yang menimbulkan kerugian sehingga menambah kondisi kedua anak kembarnya itu menderita cacat permanen.

"Anak saya bernama Jared mengalami kebutaan total dan mata silinder diderita Jayden," ujar Juliana.

Dokter di RS Omni Alam Sutera yang menangani Jared dan Jayden, kata Juliana, terindikasi tidak mengambil tindakan pencegahan sesuai prosedur standar operasional.

Dokter tersebut juga tidak menyampaikan informasi yang jelas dan akurat terkait kesehatan maupun kondisi organ tubuh kedua bayi kembarnya.

Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500