Guru di Depok yang Lecehkan 15 Anak Dikenal Alim, Suka Mengajar Ngaji

Estimasi Baca :

pixabay - Kriminologi.id
pixabay

Kriminologi.id - Salah satu orang tua korban pelecehan seksual anak oleh gurunya di Depok, Jawa Barat (Jabar), Liya membocorkan sedikit identitas terduga pelaku. Sang guru SDN 10 Tugu Depok itu ternyata dikenal sosok yang religius karena memiliki pemahaman agama yang terbilang kuat.

"Dia orangnya alim, guru ngaji juga, mirip kasus Emon Sukabumi lah," kata Liya di RS Polri Kramat Jati, Rabu, 6 Juni 2018.

Sang guru yang melakukan perbuatan tidak senonoh itu bernama bernama A Rahman. Ia berumur 23 tahun.

Di sekolah itu, sang guru mengajar salah satu maja pelajaran Bahasa Inggris. Selain itu, ia juga merupakan wali kelas 2.

Kedatangan Liya ke RS Polri adalah untuk melakukan visum anaknya. Liya tidak sendiri, ia juga ditemani orang tua korban lainnya yang melakukan hal yang terhadap anaknya.

Keempat anak yang merupakan korban pelecehan seksual sang guru adalah laki-laki. Langkah para orang tua korban melakukan visum anaknya itu dilakukan setelah melaporkan sang guru ke Polres Depok.

Mereka mendatangi gedung Visum dan Medikolegal RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu, 6 Juni 2018 pukul 13.00 WIB. "Iya kami datang untuk melakukan visum di RS Polri," ujar Liya.

Dari pantauan kriminologi keempat korban yang didampingi orang tuanya masuk kedalam gedung visum dan Medikolegal RS Polri Kramat Jati sekitar pukul 13.00 WIB.

Sekitar pukul 15.40 WIB kesemua korban keluar dari gedung dan menuju tempat parkir mobil yang berada didepan IGD RS Polri Kramat Jati.

"Hasilnya kami belum tahu, tapi dari pihak rumah sakit, kami disarankan besok kembali lagi untuk menjali tes psikologi," katanya.

Gedung Visum dan Medikolegal RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id
Gedung Visum dan Medikolegal RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Liya tidak bisa menjelaskan kronologi pencabulan terhadap anak-anak SDN 10 Tugu Depok yang salah satu korbanya juga merupakan anaknya.

"Ketahuanya itu ada yang lapor ke salah satu orang tua, dari situ kita tahu," kata Liya dengan terburu-buru menuju Polresta Depok untuk melakukan BAP.

Sebelumnya, salah satu orang tua korban, AK (34) mengungkapkan, total korban anak yang dilecehkan gurunya mencapai 15.

"Sebenarnya ada 15 korban yang kami tahu saat ini. Tapi cuman 4 orang tua yang berani melapor. Korbannya rata-rata anak murid laki-laki," kata salah satu orang tua korban, AK (34) di Polresta Depok, Rabu, 6 Juni 2018, seperti dilansir rri.co.id.

AK adalah orang tua dari MF. Bocah 12 tahun tersebut diduga menjadi korban perbuatan tidak senonoh gurunya sendiri yang bernama A Rahman (23).

Ia mengaku telah membicarakan kasus yang menimpa anaknya itu kepada pihak sekolah. Namun, bukannya memberikan solusi, pihak sekolah, dalam hal ini kepala sekolah malah terkesan ingin menutupi kasus tersebut.

"Kita lapor ke Kepsek, Bu Ade malah bilang ke kita, tolong jaga nama baik sekolah. Apa-apaan nih, anak saya udah jadi korban cabul, dia malah cuman mikirin nama baik sekolah. Saya enggak terima lah, makanya saya bersama tiga orang tua korban lainnya lapor ke sini (Polres) Depok," ujar AK.

Ia mengungkapkan, kejadian tersebut sudah terjadi sejak dua tahun terakhir. Ia menambahkan, sejauh ini baru ada 15 korban yang mengaku anak mereka mengalami hal yang sama dengan anaknya. Sebagian lagi karena merasa malu, lebih memilih tidak mengungkap kasus ini.

"Kami orang tua menuntut pelaku dipenjarakan," kata AK. DM

Baca Selengkapnya

Home Renata Anak Guru di Depok yang Lecehkan 15 Anak Dikenal Alim, Suka Mengajar Ngaji

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu