Pelaku pencabulan anak Imam di Cakung, Jakarta Timur. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Imam Pelaku Pencabulan di Cakung, Terbongkar Lewat Candaan Lugu Anak

Estimasi Baca:
Rabu, 18 Apr 2018 16:10:37 WIB

Kriminologi.id - Imam pelaku pencabulan anak di Cakung, Jakarta Timur ditangkap petugas polisi setelah menerima laporan warga. Perlakuan cabul Imam terhadap anak berusia 8 tahun itu terbongkar melalui  candaan lugu anak.  

Kasus pencabulan anak di bawah umur terungkap melalui candaan lugu anak perempuan berusia 8 tahun. Saat anak di bawah umur itu bercanda layaknya anak seusianya, tiba-tiba M menyebut nama orang dewasa yang membuat orang tuanya terkesiap. 

Kemudian orang tua itu mencoba menanyakan secara detil terkait nama yang disebutkan sang anak. Akan tetapi, bocah berinisial M itu mengunci rapat mulutnya. Dengan iming-iming es krim, akhirnya M menceritakan semua yang dialaminya. 

Adalah Imam, pelaku pencabulan yang akhrinya ditangkap Polsek Cakung di rumah kontrakannya, Jumat, 2 April 2018. Pemilik kontrakan berinisial T sempat mengusir Imam setelah mendengar informasi tersebut.

Akan tetapi, Imam tak mengindahkannya. Hingga akhirnya warga bersama keluarga mendatangi rumah kontrakan dan membawa ke pos polisi. 

"Warga langsung nangkep, sempat berkelit dia tidak mau mengaku melakukan itu. Iya ada yg mukul itu ya keluarga korban,"kata Ito.

Imam sempat dibawa ke Pospol Perkampungan Industri Kecil (PIK) yang berjarak tidak jauh dari lokasi, karena massa yang semakin marah, kemudian pelaku dibawa ke Mapolsek Cakung Jakarta Timur.
   
Dihadapan penyidik Imam mengakui perbuatan pelecehan seksual terhadap tujuh anak di lokasi tempat tinggalnya di daerah Cakung, Jakarta Timur.

"Kalau kata anaknya cuma dicolek-colek, gak sampe di itukan,"ucap Ito.

Menurut Uda warga sekitar, korban pencabulan yang kesemua korbannya perempuan tidak berani melaporkan kejadian itu ke Polsek Cakung dengan alasan malu. Hanya ada satu korban yang berani laporan.

"Semua orang tua malu, enggak berani laporan, makanya mereka pada diem aja gak mau laporan, "kata Uda di sekitar lokasi tempa kejadian perkara, Rabu, 18 April 2018.

Kata Uda saat ini hanya ada satu orang yang melaporkan kejadian pencabulan yang dilakukan oleh Imam, dan sudah dilakukan visum. Hasil visum itu ternyata negatif dan tidak menemukan sesuatu. 

"Waktu itu udah di visum, cuma hasilnya negatif gak ada apa-apa,"kata Uda.

Di lokasi pencabulan, kamar Imam di lantai dua terkunci rapat, barang-barang Imam masih berada di dalam belum tahu kapan keluarga Imam akan mengambil barang tersebut.

Reporter: Rahmat Kurnia
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500