Pria penendang bocah di Mal Kelapa Gading. Foto: Ist/Kriminologi.id

Jonathan Penendang Anak di Mall Pilih Damai, Ingin Kasus Cepat Selesai

Estimasi Baca:
Senin, 30 Apr 2018 16:15:52 WIB

Kriminologi.id - Jonathan Dunan, pria yang disebut menendang anak berusia 7 tahun di Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, memilih untuk berdamai. Dia dengan orang tua korban bernama Dewi sepakat untuk tak membwa kasus ini lebih lanjut ke ranah hukum. Sebab, Jonathan meninginkan kasus yang menjerat namanya bisa cepat selesai.

“Saya berharap persoalan ini bisa cepat selesai, sehingga saya bisa kembali ke Surabaya bersama keluarga dan bisa kembali bekerja seperti biasa,” kata Jonathan di Kantor Komnas Perlindungan Anak Indonesia di Jalan TB Simatupang, Jakarta Timur, Senin, 30 April 2018.

Jonathan mengatakan, dirinya telah dijadwalkan akan mendatangi Polsek Kelapa Gading untuk menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan tersebut karena video yang menayangkan dirinya viral disebut telah menendang seorang anak beberapa hari lalu. 

"Saya sore ini (30 April 2018) akan datang ke Polsek Kelapa Gading untuk memberikan keterangan saja. Karena kejadian itu sudah keburu viral dan terjadi di wilayah hukum Polsek Kelapa Gading. Jadi hanya memberi keterangan saja, " tuturnya. 

Tidak hanya Jonathan, Polsek Kelapa Gading berencana juga bakal memanggil Dewi dan pihak Mall Kelapa Gading pada Senin, 30 April 2018 guna dipertemukan bersama. 

"Pihak Polsek rencanya akan pertemukan saya, ibu Dewi dan Pihak mall Kelapa Gading untuk minta keterangan dan bantu mediasi," tuturnya. 

Diberitakan sebelumnya, pada Kamis, 25 April 2018 disebut telah terjadi insiden kekerasaan yang dilakukan oleh Jonathan Dunan. Peristiwa bermula pria berusia 36 tahun itu hendak melindungi anaknya berinisiial W (2) dari terjangan ayunan di Playground Mall Kelapa Gading. Kejadian tersebut terjadi pada Sore hari sekitar pukul 15.00 WIB usai Jonathan dan keluarga baru selesai makan. 

Keluar dari tempat makan di Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, lantai tiga, anak Jonathan bersama W Saat itu tengah berlari mengejar balon yang lepas dari genggamannya. Tanpa sadar, W berlari mengarah ke arena Playground anak. Di saat yang sama, anak ibu Dewi yang berusia tujuh tahun sedang bermain ayunan menghantam W.

"Anak saya terpental karena terkena ayunan. Saya lansung lindungi anak saya yang sedang terjatuh.  Ayunan tersebut masih berjalan dan akan mengarah ke anak saya yang kedua kali, saya langsung reflek nahan pakai kaki supaya tidak menghantam lagi, " ujarnya.

Karena itu, Jonatahan dan Ibu Dewi terlibat cekcok. Ibu Dewi menuduh Jonathan menendang anaknya. Sementara Jonathan berdalih melindungi anaknya dengan menggunakan kakinya. Saat itu, Jonathan sempat menawarkan visum dan melanjutkan ke pihak penegak hukum. Namun, pihak Ibu Dewi tidak ingin meneruskan. 

"Saya sempat tawarkan visum dan lanjut ke kepolisian, namun ibunya bilang ke saya tidak mau memperpanjang urusan, " tuturnya. 

Ketua Komnas Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait, mengatakan jika ke depan akan memanggil kedua belah pihak guna meluruskan permasalahan tersebut.  Pihaknya akan meminta keterangan dari dua belah pihak guna mengambil jalan tengah untuk mediasi. 

"Ke depan kami akan panggil Ibu Dewi karena ini kan informasi yang saya dapat hanya dari pihak bapak Jonathan.  Kalau kami sudah menadapat keterangan dari bu Dewi baru kami akan mencari solusi, " punkasnya diwaktu yang sama. TD

Reporter: Walda Marison
Penulis: Tito Dirhantoro
Multimedia: S. Dwiangga Perwira
KOMENTAR
500/500