Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi, Foto: Pribadi

Kak Seto Sebut Insiden Penusukan Siswa SD di Garut Kecelakaan 

Estimasi Baca:
Kamis, 26 Jul 2018 20:35:47 WIB

Kriminologi.id - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi menilai insiden siswa kelas 6 Sekolah Dasar di Garut, Jawa Barat, menikam teman sebangku hingga tewas dengan gunting merupakan bentuk ketidaksengajaan. Menurut dia, kejadian tersebut tidak direncanakan.

"Ini adalah kecelakaan dan tidak dilakukan secara sengaja," kata pria yang akrab disapa Kak Seto saat ditemui di Markas Polres Garut, Kamis, 26 Juli 2018.

LPAI, ia menjelaskan, telah mendapatkan laporan mengenai tewasnya seorang anak oleh teman sekelasnya di Kecamatan Cikajang, Garut.

Hasil pemeriksaan sementara, Seto menyimpulkan, kejadian perkelahian anak-anak merupakan dinamika dalam kehidupan.

Sebelumnya, ia menambahkan, anak terduga pelaku penikaman itu awalnya memegang gunting bekas pelajaran prakarya untuk menakuti-nakuti korban, namun akhirnya terjadi penikaman.

"Namun malah meleset dan menancap di kepala bagian belakang," ujar Kak Seto.

Ia menegaskan, senjata tajam jenis gunting yang dibawa siswa untuk kegiatan sekolah merupakan sesuatu yang biasa untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Sekolah, menurut dia, tidak salah dengan membolehkan anak-anak membawa gunting, kecuali sesuatu yang tidak wajar itu siswa membawa golok atau cangkul ke sekolah.

"Gunting kan sesuatu hal normal dalam prakarya, kecuali kalau ada golok, cangkul baru itu kita curiga," kata Kak Seto.

Sebelumnya dua siswa SD kelas 6 terlibat perkelahian yang dipicu karena tuduhan dari terduga pelaku kepada korban telah menyembunyikan buku pelajaran.

Usai pulang sekolah terduga pelaku menganiaya korban menggunakan gunting bekas pelajaran prakarya kesenian di sekolahnya.

Korban yang mengalami luka dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, hingga akhirnya korban meninggal dunia. 

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500