Ilustrasi pembunuhan bayi. Foto: Unsplash.com

Karyawati Cekik Bayi Kandungnya Hingga Tewas, Terungkap Berkat CCTV

Estimasi Baca:
Senin, 23 Jul 2018 19:50:19 WIB

Kriminologi.id - Seorang karyawati berinisial DF (20) terekam kamera CCTV membuang bayi yang baru dilahirkannya ke dalam tong sampah di depan rumah kosnya di daerah Tegal Danas, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Minggu, 15 Mei 2018.

Berdasarkan rekaman CCTV, usai melahirkan DF yang mengenakan kerudung merah dan baju putih turun dari tangga dengan membawa kantung plastik berwarna hitam berisikan bayi kandungnya.

Bayi yang baru lahir tersebut dibuang dalam keadaan tak bernyawa setelah DF mencekiknya hingga tewas. Alasan DF membunuh bayi kandungnya itu lantaran dirinya malu karena bayi tersebut dilahirkan tanpa adanya ikatan pernikahan.

Usai membuang bayinya, DF yang sudah memesan ojek online kemudian pergi meninggalkan kosnya menuju rumah kerabatnya di daerah Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

Kapolsek Cikarang Utara, AKP Soemantri, mengatakan kasus tersebut terungkap setelah warga menemukan mayat bayi di dalam tong sampah berwarna hijau Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Cikarang Utara.

“Kami lakukan penyelidikan di sekitaran lokasi penemuan dan saya yakin pelakunya ada disekitaran tersebut,” kata Soemantri di Mapolsek Cikarang Utara, pada Senin, 23 Juli 2018 sore.

Keyakinan polisi ternyata benar. Setelah memeriksa CCTV yang berada tepat di depan kosan pelaku, jelas terekam DF membuang bayi yang baru dilahirkannya.

"Kami langsung buka paksa kosan pelaku dan di dalamnya ternyata ada bercak darah, obat pelancar," katanya.

Setelah mengetahui pelakunya, kepolisian kemudian melakukan pengejaran terhadap DF yang diketahui berada di rumah kerabatnya di daerah Cikarang Barat. Tak lama kemudian, DF langsung diringkus kepolisian. Kepada polisi, DF terpaksa melakukan hal tersebut lantaran malu mengandung anak di luar nikah.

"Saya malu mas, saya membunuhnya pas lahir terus saya cekik, saya khilaf," kata DF.

Akibat perbuatanya DF dikenakan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Reporter: Rahmat Kurnia
Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500