Rumah Alim mertua Tuyul tersangka persekusi. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Keluarga Tuyul Laporkan 3 Siswa SMP Bekasi Korban Persekusi ke Polisi

Estimasi Baca:
Senin, 16 Apr 2018 20:55:24 WIB
Laporan ke polisi yang dilakukan keluarga Tuyul terhadap tiga siswa SMP di Bekasi korban persekusi dilakukan Sabtu, 14 April 2018.

Kriminologi.id - Keluarga Muhammad Nur alias Tuyul (41) tersangka persekusi melaporkan AJ (12), R (14) dan HK (13) ke Mapolrestro Bekasi Kota, Sabtu, 14 April 2018. 

Ketiganya dilaporkan karena mencuri Sweater milik Mualim yang sedang terjemur di depan rumahnya di Kampung Rawa Bambu Besar, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, pada Minggu, 8 April 2018. 

Laporan balik diduga dilakukan karena tak adanya kesepakatan damai secara tertulis usai M Nur ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Metro Bekasi Kota. 

Kasus antara keluarga M Nur dan ketiga anak bermula ketika ketiga anak AJ, HK dan R mencuri sebuah sweater milik Mualim yang sedang terjemur di depan rumahnya di Kampung Rawa Bambu, Harapan Jaya, Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Otak pencurian yakni R. R menyuruh HK untuk mengambil sweater milik Mualim, sedangkan AJ dan R berjaga di depan gang. Aksi HK ternyata ketahuan pemilik rumah bernama Tio.

Tio dan M Nur lantas mengejar HK, panik AJ dan HK berlari dikejar Tio dan Nur sedangkan R berlari arah berlawanan dan tidak dikejar. HK dan AJ ditangkap warga setempat.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Indarto membenarkan adanya laporan pencurian sweater yang terjadi di Kampung Rawa Bambu Besar, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, pada Minggu, 8 April 2018. 

"Kemarin 14 April 2018 melaporkan adanya pencurian, yang melaporkan korban pencurian berinisial M," kata Indarto di Mapolrestro Bekasi Kota, Senin, 16 April 2018.

Menurut Indarto saat ini pihaknya telah memeriksa empat saksi terkait aksi pencurian yang dilakukan AJ, HK dan R.

"Kemarin pak RW sudah diperiksa, dari korban juga sudah diperiksa oleh kepolisian," kata Indarto.

Saat ini ketiga anak AJ, HK, dan R masih berstatus terlapor. Ia menjelaskan, meski anak-anak proses hukum tetap berjalan tetapi tetap pada aturan.

"Kan kalau pelaku itu anak ada aturan sendiri, soal pemeriksaan, soal penahanannya juga, banyak pertimbangan," kata Indarto.

Reporter: Rahmat Kurnia
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500