Ilustrasi prostitusi Foto: Pixabay

Komnas PA: Gaya Hidup Anak Millenial Rentan Jadi Korban Prostitusi

Estimasi Baca:
Kamis, 9 Ags 2018 10:30:05 WIB

Kriminologi.id - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menilai praktik prostitusi anak berbasis online di apartemen dan rumah kos dipicu karena gaya hidup anak zaman millenial yang rentan menjadi korban prostitusi. Komnas PA meminta keluarga mengawasi perilaku dan gaya hidup para remaja.

Ketua Umum Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, mengatakan tingginya pengguna internet di Indonesia telah mempengaruhi munculnya kasus-kasus eksploitasi seksual berbasis online yang melibatkan anak.

Hasil dari observasi yang dilakukan Komnas PA didapati bahwa bahwa faktor ekonomi, rendahnya pendidikan serta gaya hidup anak zaman millenial menjadi pemicu anak rentan menjadi korban prostitusi online.

“Selain itu, maraknya prostitusi online melibatkan anak juga karena pengaruh ketimpangan ekonomi dan pendidikan dalam masyrakat. Korban-korban prostitusi anak sebagian besar berasal dari keluarga ekonomi lemah,” kata Arist dalam keterngan tertulis, Kamis, 9 Agustus 2018.

Menurut Arist, sistem ekonomi dan pendidikan di Indonesia yang belum berpihak kepada masyarakat golongan bawah atau golongan rendah.

“Itu juga menjadi faktor pendorong,” ujar Arist menambahkan.

Komnas PA mendesak pemerintah memperkecil ketimpangan ekonomi agar kasus prostitusi tidak terus meningkat dan anak di bawah umur tidak terus menerus menjadi Korban. Selain itu pemerintah dinilai harus membangun gerakan perlindungan berbadis peran masyarakat adalah sangat penting. 

“Orang tua dan masyarakat juga dituntut memberikan keteladanan pada anak dalam keluarga. Ayo kita bangun ketahanan keluarga Indonesia yang kokoh, dan terus beribadah ajak Arist,” kata Arist.

Komnas Perlindungan Anak juga mendesak Direskrimum Polda Metro Jaya untuk selain menjerat pelaku dengan UU Pidana tetapi juga menerapkan UU RI Nomor: 17 Tahun 2016 junto UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 10 tahun dan maksimal 20 tahun.

Sebelumnya diberitakan, Polda Metro Jaya mengungkap praktek prostitusi di apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Sebanyak lima anak perempuan dilibatkan dalam praktik prostitusi online tersebut.

Kelima anak tersebut diarahkan tiga orang dewasa yang berperan sebagai mucikari online dan penyedia properti atau unit apartemen yang ada di Kalibata City untuk dijadikan lokasi pemuas nafsu birahi. AS

Reporter: Achmad Sakirin
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500