Ilustrasi pencabulan. Foto: Ist/Kriminologi.id

Korban Cabul Guru di Semarang Tambah, Polisi Minta Keterangan di Rumah

Estimasi Baca:
Rabu, 14 Mar 2018 21:45:17 WIB

Kriminologi.id - Korban pencabulan oleh seorang guru SD Karangayu 2 Kota Semarang, Jawa Tengah berinisial FO bertambah. Hal tersebut diketahui setelah adanya laporan baru dari korban lainnya yang diterima pihak Polrestabes Semarang pada Rabu, 14 Maret 2018.

Kasubbag Humas Polrestabes Semarang, Komisaris Suwarna, membenarkan adanya laporan baru dari siswi yang diduga juga merupakan korban dari guru FO. Namun, Suwarna enggan menjelaskan secara detail identitas korban kedua itu.

Baca: Guru SD di Semarang Lecehkan Siswanya Usai Mengunci Pintu Kelas

"Hari Jumat (16 Maret 2018) rencananya korban kedua ini akan dimintai keterangan di rumah," kata Suwarna di Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu, 14 Maret 2018.

Menurut Suwarna, pihaknya menjemput bola dengan mendatangi rumah korban untuk meminta keterangannya terkait kasus pelecehan seksual ini. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jikalau korban takut saat dimintai keterangan di kantor polisi.

Peristiwa pelecehan seksual oleh guru berinisial FO itu diketahui berawal saat seorang anak didiknya berinisial CJB mengadu kepada orang tuanya, Willem Frits Priano Bura, bahwa dirinya menjadi korban pelecehan seksual oleh gurunya. 

Dari pengakuan anaknya, ayah berusia 36 tahun itu mendapat informasi jika buah hatinya dilecehkan dengan cara bagian kewanitaannya digerayangi tangan gurunya itu. Willem dalam laporannya kepada polisi mengatakan peristiwa pelecehan seksual itu terjadi pada Kamis, 8 Maret 2018.

Baca: Kasus Siswi SD Dilecehkan Gurunya di Semarang, Kepsek Lakukan Inspeksi

Mulanya, dugaan pelecehan seksual itu terjadi ketika FO memanggil sejumlah siswinya untuk masuk ke dalam kelas. Setelah siswinya masuk kelas, FO mengunci ruang kelas dan meminta para siswa menanggalkan seragamnya. Saat itulah, pelaku melakukan aksi bejatnya. 

"Ada beberapa anak lain yang diduga juga jadi korban," kata warga Kerobojan, Semarang Barat, itu. TD

Penulis: Tito Dirhantoro
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500