Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembisa. Foto: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Korban Pemerkosaan Aborsi Divonis 6 Bulan, Menteri Yohana Kirim Tim

Estimasi Baca:
Rabu, 25 Jul 2018 23:05:42 WIB

Kriminologi.id - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise tidak menutup mata vonis yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Muara Bulian, Jambi terhadap anak perempuan berusia 15 tahun berinisial WA.

Bahkan, sang menteri telah mengirim tim untuk meminta penjelasan detail kasus pemerkosaan dan aborsi.  

"Saya sudah mendengar kabar itu dan langsung mengirimkan tim untuk berkoordinasi mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di Jambi," kata dia usai peluncuran "Gerakan Bersama Kepemimpinan Perempuan untuk Mewujudkan MDGs yang Responsif Gender, Inklusif, Transformatif" di Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) di Kota Mataram, Rabu, 25 Juli 2018.

Hingga saat ini, ia masih menunggu laporan dari tim Kementerian PPPA yang sudah turun ke Jambi. "Mengenai tindakan seperti apa, kita menunggu laporan terlebih dahulu," ujarnya.

Sebelumnya, Hakim Pengadilan Negeri (PN) Muara Bulian, Jambi, memutus perkara tindak pidana yang melibatkan seorang anak. Dalam putusan tersebut, seorang anak berusia 15 tahun berinisial WA divonis enam bulan penjara.

Anak tersebut merupakan korban perkosaan. Ia lantas dijatuhi hukuman penjara karena melakukan aborsi kehamilan hasil perkosaan tersebut.

Pelaku pemerkosanya kakak kandung korban berinisial AA yang juga masih dalam usia anak.

Pelaku pemerkosaan juga dipidana selama dua tahun, bahkan kasus vonis itu mendapat perhatian sejumlah media asing.

Kakak kandungnya telah delapan kali memperkosa WA hingga akhirnya hamil. Selama itu, WA sama sekali tidak menceritakan kepada orang tuanya karena takut. Hingga akhirnya kehamilan WA diketahui ibundanya dan kemudian diputuskan untuk melakukan aborsi janinnya yang berusia delapan bulan tersebut pada 30 Mei 2018. Aborsi dilakukan dengan dibantu ibunda WA tanpa mengunjungi klinik bersalin atau pun didampingi tenaga medis.

Peristiwa ini terungkap ketika warga menemukan janin bayi tanpa kepala di perkebunan sawit milik warga. Ibunda WA memang membuang janin bayi tersebut ke kebun sawit milik tetangganya. Inilah kemudian yang mengungkap hubungan sedarah antara WA dengan kakaknya.

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500