Komisioner bidang pendidikan KPAI Retno Listyarti. Foto: Yenny Hardiyanti/Kriminologi.id

KPAI Bakal Rekomendasi Sanksi Petinggi Sekolah Tutupi Kasus Pencabulan

Estimasi Baca:
Selasa, 12 Jun 2018 10:45:44 WIB

Kriminologi.id - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tidak segan memberikan rekomendasi pemberian sanksi kepada petinggi sekolah, termasuk kepala sekolah jika menghambat pengusutan kasus oknum guru yang melecehkan para muridnya di salah satu sekolah di Depok, Jawa Barat.

Komisioner Bidang Pendidikan KPAI Retno Sulityarti mengatakan, pemberian saksi tersebut sudah diatur dalam peraturan pemerintah tentang disiplin pegawai negeri.

Hal tersebut disampaikan Retno setelah pihaknya menggelar rapat koordinasi dengan Polres Depok terkait kasus pencabulan yang dilakukan seorang oknum guru berinisial WR (23) terhadap belasan muridnya di salah satu sekolah dasar kota Depok.

"Kan memang ada peraturannya (tentang sikap menghalangi pengusutan tersebut). Ada PP Nomor 53 tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri. Oleh karena itu, begitu sekolah kembali aktif, maka pada sekitar tanggal 21 Juni 2028 nanti, kami juga akan menemui dan berkoordinasi dengan dinas pendidikan setempat untuk memanggil kepala sekolah agar bisa membahas hal tersebut," tegas Retno, pada Senin, 11 Juni 2018.

Meski demikian, Retno menjelaskan, selama belum ada bukti, KPAI tidak berani mengeluarkan ancaman dan memberikan rekomendasi sanksi sepihak kepada petinggi sekolah tersebut. Apalagi, kata Retno, pihaknya belum bertemu dengan petinggi sekolah karena terhalang libur Lebaran.

"Belum bisa seperti itu, harus ada koordinasi dulu dengan dinas pendidikan setempat dan bertemu dengan kepala sekolah untuk membahas kasus yang sedang ditangani. Agar bisa dicari kebenarannya, apakah memang benar kepala sekolah menghalang-halangi orang tua siswa yang hendak melaporkan oknum gurunya. Sekarang kan masih dalam kondisi praduga tak bersalah, tidak boleh langsung merekomendasikan sanksi sebelum ada bukti," ujar Retno.

Namun, jika nantinya KPAI menemukan ada pihak petinggi sekolah yang menghambat pengusutan kasus ini, pihaknya akan segera mendalami hal tersebut.

"Apabila memang ada petinggi sekolah (salah satunya kepala sekolah) yang menghalang-halangi atau menghambat orangtua siswa yang hendak melaporkan gurunya, tentunya kami akan mendalami hal tersebut," kata Retno.

Sebelumnya diberitakan, kasus pelecehan seksual ini terjadi di salah satu sekolah dasar di Depok, Jawa Barat. Tersangkanya adalah guru bahasa Inggris di sekolah tersebut, berinisial WR (23). Ia melakukan perbuatan tidak senonoh kepada sedikitnya 13 orang siswanya yang rata-rata laki-laki. Perbuatan itu tersangka lakukan di lingkungan sekolah. 

Pada Kamis, 7 Juni 2018, petugas menangkap pelaku WR dan menahannya di Polres Depok untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Petugas menjerat tersangka dengan menggunakan Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman mencapai 15 tahun. YH

Reporter: Erwin Maulana
Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500