Ilustrasi perdagangan orang. Ilustrasi: Kriminologi.id

KPAI: Banyak Aparat Terlibat dalam Kasus Perdagangan Orang

Estimasi Baca:
Selasa, 31 Jul 2018 10:55:31 WIB

Kriminologi.id - Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI menilai kasus perdagangan orang yang menimpa MDR, remaja berusia 16 yang dijual ke Tiongkok, terorganisir dengan baik. KPAI menilai terdapat rangkaian peran aparat yang berwenang yang terlibat dalam kasus itu.

Ai Maryati Solihah, Komisioner KPAI bidang Trafficking dan Eksploitasi Anak mengatakan ada seperangkat administrasi yang melegalkan anak-anak dapat lolos untuk bekerja ke luar negeri.

"Pertanyaan saya, siapa yang melegalkan? apa aparat yang berwenang? contoh dari mulai RT, RW, KTP, Badan Imigrasi kita, lalu juga Konjen (Konsulat Jenderal). Lalu rangkaian ini mau diapakan?” kata Ai mempertanyakan kasus tersebut dalam wawancara melalui sambungan telepon kepada Kriminologi.id, Selasa, 31 Juli 2018. 

KPAI juga mengingatkan kepolisian agar menindak siapa saja yang sudah memberikan ruang terhadap kejahatan itu berkembang.

“Polisi jangan setengah-setengah. Pelaku sudah terindikasi jaringannya, tetapi siapa yang memuluskan yang memberikan ruang, terkait dengan keimigrasian ini sudah meloloskan,” kata Ai.

Menurut Ai, pihak KPAI juga sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan mendorong untuk mengusut keterlibatan aparat yang ada di jaringan tersebut.

“Di sini ada keterlibatan aparat, ini yang penting. Orang tua tidak tahu, mereka belum punya KTP kok bisa-bisanya, saya ingin kita semua menyoroti dari semua masalah ini kan pintu kerentanannya ada. ada ruang yang sangat longgar,” kata Ai.

Diberitakan sebelumnya, perdagangan orang atau human trafficking diungkap Polda Jawa Barat. Belasan perempuan yang menjadi korban diketahui berasal dari Kabupaten Purwakarta, Kota Sukabumi, Tangerang, dan Kabupaten Bandung.

Menurut pihak kepolisian, pelaku menggunakan modus kawin kontrak kepada para korbannya. Modus tersebut diyakini polisi sebagai modus baru dalam perdagangan manusia yang dibawa ke Cina.

Kasus itu terungkap karena salah seorang korban berhasil melarikan diri dari lokasi penampungan di sebuah apartemen di Jakarta.

Tiga tersangka sudah ditahan di Polda Jabar terkait kasus tersebut. Keempat pelaku di antaranya Thjiu Djiu Djun alias Vivi Binti Liu Chiung Syin berperan sebagai perekrut, Yusuf Halim alias Aan sebagai perekrut dan warga Tiongkok, Guo Changshan sebagai perantara di Indonesia ke Cina. AS

Reporter: Achmad Sakirin
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500