Ilustrasi rokok, Foto: Antaranews.com

KPAI Minta Pemerintah Buat Aturan Peredaran Rokok dari Jangkauan Anak

Estimasi Baca:
Sabtu, 18 Ags 2018 16:05:49 WIB

Kriminologi.id - Peredaran rokok di Indonesia dinilai sangat bebas dan mudah dijangkau oleh semua kalangan termasuk anak-anak. Peredaran ini yang membuat Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak pemerintah membuat regulasi terkait pembatasan peredaran rokok. 

"Barang cukai selain rokok bisa dibatasi peredarannya, tetapi kenapa rokok sangat bebas. Pemerintah harus membatasi peredaran rokok sehingga tidak bisa diakses oleh anak,” kata Susiana Afandi, Komisioner KPAI Bidang Sosial, Sabtu, 18 Agustus 2018. 

Selain pembatasan peredaran, KPAI juga berharap pemerintah menaikkan tarif cukai rokok, sehingga harga rokok pun ikut naik. Dengan kenaikan tarif cukai, otomatis harga jual rokok tersebut naik sehingga tidak mudah dibeli oleh anak-anak. 

"Hanya di Indonesia yang tarif cukainya rendah, sehingga harga rokok cenderung  terjangkau. Karena murahnya harga rokok itu, anak-anak pun bisa dengan mudah membeli rokok,” tuturnya.

Anggapan anak-anak bahwa merokok itu keren dinilai Susi merupakan suatu hal yang ironis. Tidak hanya pemerintah, orang tua atau keluarga memiliki peran penting dalam hal pencegahan merokok pada anak.

“Berikan pemahaman bahwa keren itu bukan dengan merokok. Namun orang tua dan keluarga juga harus memberikan contoh pada anak dengan tidak merokok,” imbuh Susi.

Kendati demikian, KPAI mengapresiasi langkah Kementerian Kesehatan yang kini gencar melakukan sosialisasi tentang bahaya rokok.

Saat ini, gaya hidup tidak merokok masuk dalam indikator gaya hidup sehat. Selain itu, iklan atau sponsor dari perusahaan rokok kini juga mulai dilarang di sejumlah kegiatan kemasyarakatan.

Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: RRI
KOMENTAR
500/500