Gedung Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Foto: Yenny Hardiyanti/Kriminologi.id

KPAI Ungkap Fakta Baru Kasus Guru WR Cabuli 13 Siswa di Depok

Estimasi Baca:
Senin, 11 Jun 2018 15:20:08 WIB

Kriminologi.id - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) buka-bukaan soal kelakuan bejat guru WR (23) yang diduga mencabuli 13 murid laki-lakinya di sebuah sekolah di Depok, Jawa Barat (Jabar).

Berdasarkan informasi yang diperoleh KPAI memperlihatkan, pelaku diduga kuat melakukan perbuatan tidak senonohnya saat kegiatan belajar mengajar berlangsung di dalam kelas.

"Antara lain mengajak anak-anak nonton bareng film porno dari handphonenya, dan mengajari anak-anak senam tangan (masturbasi)," urai Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, di Polres Depok, Jawa Barat (Jabar), Senin, 11 Juni 2018.

Hal itu disampaikan Retno saat mendampingi Ketua KPAI Susanto bertemu dengan Polres Depok terkait penanganan kasus tersebut. 

Kelakuan bejat WR, ternyata tidak berhenti sampai di situ. Retno menambahkan, pelaku bahkan pernah memisahkan siswa laki-laki dan perempuan ke dalam dua kelas. 

"Bahkan setiap jam pelajaran Bahasa Inggris terduga pelaku infonya memisahkan anak-anak perempuan dan anak laki-laki di dua kelas yang berbeda. KPAI setelah liburan Idul Fitri akan mendalami lebih jauh mengapa pihak sekolah tidak curiga dengan pemisahan kelas ini," ujarnya.

Sementara Susanto menjelaskan, kedatangan pihaknya adalah untuk mendalami kasus sekaligus meminta perkembangan penanganan kasus tersebut Polres Depok. 

"Hari ini, KPAI bertemu dengan pelaku untuk mendalami profil guru sebelum dan selama menjadi pendidik," katanya, Senin, 11 Juni 2018.

Selain itu, ia menambahkan, pihaknya juga akan mendalami modus pelaku. Tujuannya, selain untuk mendalami kasus juga untuk mengetahui tren modus terkini yang dilakukan terduga pelaku. 

Hal tersebut penting bagi publik untuk mengetahui agar mampu meningkatkan kewaspadaan di sekolah. Sebab, kata Susanto, sekolah sejatinya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi peserta didik.

Terkait dengan pencantuman nama sekolah korban, Retno memeinta para awak media tidak menyebutkan nama sekolah untuk melindungi hak-hak anak yang bersekolah di tempat tersebut.

"Walau bagaimana pun kita harus melindungi hak-hak anak yang bersekolah di sana untuk terus bersekolah dengan nyaman tanpa stigma," kata Retno.

Para pertemuan ini, baik Susanto maupun Retno akan memastikan program rehabilitasi para korban maupun ibu korban bisa dilakukan oleh Dinas PPPA, P2TP2A, dan Dinas Sosial kota Depok. Dalam hal ini, KPAI akan bersinergi dengan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia untuk membantu rehabilitasi para korban dan ibunya. 

Selain itu, pihaknya juga akan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Depok untuk mengevaluasi sistem perlindungan sekolah terhadap para siswa selama berada di sekolah, agar kejadian tersebut tidak terulang kembali di kemudian hari.

Adapun WR sudah ditahan di Polres Kota Depok. Ia dijerat Pasal 82 Undang-Undang Perlidungan Anak dengan ancaman hukuman selama 15 tahun penjara.  YH I 

Reporter: Erwin Maulana
Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500