Media Talk Partisipasi Hak Anak di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jakarta, Foto: Istimewa

KPPPA: Anak Kerap Diperalat Orang Dewasa Berkedok Pemenuhan Hak

Estimasi Baca:
Jumat, 18 Mei 2018 13:45:12 WIB

Kriminologi.id - Anak-anak terkadang diperalat oleh orang dewasa dengan melaksanakan kegiatan berkedok hak anak. Kondisi ini dapat terjadi karena orang dewasa kurang memahami pemenuhan hak-hak anak. 

Asisten Deputi Pemenuhan Hak Sipil, Informasi dan Partisipasi Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dermawan, mengatakan dalam pelaksanaan pemenuhan hak anak hal itu menjadi tantangan.

"Dalam pelaksanaan pemenuhan hak anak ini, tantangannya adalah berupa orang dewasa yang kurang memahami bagaimana melakukan peran secara tepat dalam memfasilitasi hak anak sesuai dengan usia dam kebutuhan anak," kata Dermawan dalam Media Talk terkait Pemenuhan Hak Partisipasi Anak, pada Jumat, 18 Mei 2018.

Dermawan menjelaskan, hak anak merupakan bagian dari hak asasi manusia. Hak anak tersebut wajib dijamin, dilindungi, dan dipenuhi oleh orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan negara. Mengenai hak anak ini, kata Dermawan, PBB telah mengesahkannya dalam bentuk Konvensi Hak Anak.

Tujuannya untuk memberikan perlindungan terhadap anak dan menegakkan hak-hak anak di seluruh dunia. Konvensi Hak Anak ini telah diratifikasi pemerintah Indonesia dalam Keputusan Presiden Nomor 36 tahun 1990.

"Maka, negara wajib memenuhi dan melindungi semua hak anak. Negara juga wajib menghormati pandangan anak. maka, negara harus membuat aturan hukum terkait anak,"Dermawan menegaskan.

Selain itu, dengan jumlah anak Indonesia berjumlah 87 juta orang, maka negara juga harus mensosialisasikan hak anak tersebut sampai ke tangan anak-anak dan secara berkala membuat laporan tentang kondisi anak ini ke Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Konvensi Hak Anak itu, Dermawan menjelaskan, diantaranya terkait dengan prostitusi yaitu pornografi anak dan pedagangan anak, kemudian keterlibatan anak dalam konflik bersenjata.

Menurut Dermawan, anak merupakan generasi penerus dan pilar bangsa. Di dalam diri anak melekat harkat dan martabat, serta hak-haknya sebagai bagian dari hak asasi manusia yang tidak dapat dicabut oleh siapapun.

"Cita-cita pembangunan anak di Indonesia adalah anak yang sehat, cerdas, ceria, berakhlak mulia dan terlindungi dari kekerasan dan perlakuan salah lainnya," katanya menegaskan. AS

Reporter: Yenny Hardiyanti
Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500