Keluarga Grace Gabriela ditemani kuasa hukum saat mendatangi kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

Kronologi Tewasnya Grace Versi Ayah, Dilaporkan ke Polisi Jam 12 Malam

Estimasi Baca:
Kamis, 3 Mei 2018 15:05:57 WIB

Kriminologi.id - Jemi Ananias (33), ayah dari Grace Gabriela Bimusu, bocah berusia lima tahun yang ditemukan tewas di dalam karung di Cibinong, Kabupaten Bogor, menjelaskan kronologi anak bungsunya hilang hingga ditemukan tidak bernyawa 16 jam kemudian. 

Menurut Jemi, awalnya Grace keluar rumah sekitar pukul 10.00 WIB, Senin, 30 April 2018. Ia bermain bersama teman-temannya di sekitar rumah.

"Jam 10 dilihat oleh keamanan kompleks sedang bermain sendirian di depan warung dekat perumahan," ujar Jemi di Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Pusat Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Kamis 3 Mei 2018.

Jemi melanjutkan, anaknya sudah tidak terlihat lagi sesaat setelah warga melihatnya Grace bermain di depan warung. Jemi mulai curiga anaknya hilang, pasalnya Grace selalu pulang pukul 12.00 WIB siang jika sudah selesai bermain.

Pukul 24.00 WIB pun Jemi membuat laporan ke Polresta Bogor atas hilangnya Grace. Selang beberapa saat setelah melapor, pukul 02.00 WIB, 1 Mei 2018, Grace ditemukan tidak bernyawa terbungkus dalam karung beras di sekitar rumahnya di Perumahan Bogor Asri. 

"Pas siang siang juga daerah rumah saya sudah disisir sama warga tapi ga dapat. Pas malam setelah dicari lagi sama warga baru ketemu. Ditemukan pukul 2 subuh," tuturnya.

Sampai saat ini kasus tersebut masih ditangani oleh pihak Polresta Bogor. Namun hingga sekarang pihak kepolisian belum bisa membuktikan siapa dalang di balik tewasnya Grace. 

"Saya kecewa dengan kinerja Kepolisian RI terutama kepolisian Bogor belum bisa mengungkap kasus ini," ujar kuasa hukum keluarga Grace, Tobi Ndiwa.   

Untuk itu, Tobi berusah meminta KPAI untuk membantu menekan pihak penegak hukum agar menuntaskan kasus ini.  

Namun siapa sangka, kantor KPAI tutup. Pihak keluarga Grace kecewa karena tidak bisa membuat aduan secara langsung. 

"Gimana sih? ini kan kantor pelayanan publik, seharusnya kalau libur ada yang stand by di sini.  Kok bisa bisanya ditutup? Ini kan kantor pemerintahan," katanya. 

Tobi mengaku akan mendatangi lagi pihak KPAI saat kantor lembaga tersebut sudah buka. Mereka mengaku tidak tahu sebelumnya jika kantor KPAI tutup. Terdapat selembaran yang menempel pada pagar KPAI yang bertuliskan kantor tersebut tutup sementara hingga 4 Mei 2018. AS

Reporter: Walda Marison
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500