Ilustrasi kekerasan anak. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Lebam di Sekujur Tubuh, Bocah 10 Tahun Dianiaya Orang Tua Sejak Balita

Estimasi Baca:
Senin, 21 Mei 2018 20:45:00 WIB

Kriminologi.id - Seorang anak berinisial MS (10) asal Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, menjadi korban kekerasan oleh ibu kandung dan ayah tirinya. Orang tua korban bahkan memukul mengunakan benda tumpul di bagian kepala korban menggunakan batu cincin hingga lebam di sekujur tubuh. Peristiwa yang dialami MS sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.

Petugas kepolisian kemudian mengamankan kedua orang tua korban dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Edi Suharto, pada Senin, 21 Mei 2018, mengatakan, kasus ini terjadi pada awal Mei 2018 di Desa Karang Dapo, Kecamatan Semidang Alas Maras, Kabupaten Seluma.

Menurut Edi, pelaku kekerasan tersebut adalah ibu kandung korban berinisial M (25) dan ayah tiri korban berinisial B (48). Kementerian Sosial, kata Edi, kemudian memberikan pendampingan MS (10) dengan berkoordinasi kepada sejumlah pihak terkait persitiwa itu.

"Pekerja sosial Kementerian Sosial langsung berkoordinasi dengan pihak Penyidik Anak di Polres Seluma dan mendampingi anak korban saat dibuatkan Berita Acara oleh Penyidik anak," kata Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Edi Suharto, pada Senin, 21 Mei 2018.

"Berdasarkan hasil asesmen tim satuan bakti pekerja sosial Kementerian Sosial, hampir di sekujur tubuh anak ini terdapat pukulan," kata Edi menjelaskan.

Edi menambahkan, ibu kandung MS memukul anaknya bila ia tidak dapat menyelesaikan pekerjaannya. Bahkan, terkadang pelaku M mengunakan benda tumpul atau memukul bagian kepala korban menggunakan batu cincin.

Kondisi MS, kata Edi, saat berada di rumah sering tidak makan karena keadaan ekonomi keluarganya. MS juga mencuci pakaiannya sendiri dan mengasuh adiknya yang masih kecil. Bahkan, korban mendapat perlakuan keras dan aniaya diterima MS terima sejak ia masih berusia tiga tahun.

"Saat ini korban sudah dilindungi oleh Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Seluma. Kami terus memonitor perkembangan anak ini dan akan lakukan yang terbaik bagi tumbuh kembang anak," ujar Edi menjelaskan.

Edi menegaskan, setiap anak dilindungi oleh Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Dalam pasal 76E, setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul.

Pelanggaran atas undang-undang tersebut, Edi menuturkan, yakni ancaman pidana penjara paling singkat lima tahunm dan paling lama 15 tahun, serta denda paling banyak Rp 5 miliar.

"Aturan ini harus konsisten diterapkan pada pelaku kekerasan anak. Ini demi masa depan bangsa, dan membuat efek jera bagi pelaku," ujar Edi. AS

Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500