Lokasi penemuan orok bayi kembar di Jalan Ratna, Gang Werkudara, Denpasar, Minggu, 15 Juli 2018, Foto: @polrestadenpasar

Mahasiswi Asal Manggarai Buang Orok Bayi Kembarnya ke Samping Kos

Estimasi Baca:
Selasa, 17 Jul 2018 18:05:12 WIB

Kriminologi.id - Seorang mahasiswi asal Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur berinisial D membuang bayi kembar perempuan ke samping kamar kos Jalan Ratna, Gang Werkudara, Denpasar, Minggu, 15 Juli 2018. 

Bayi kembar itu diduga hasil hubungan gelap D dan kekasihnya berinisial F, warga Pau Rundang, Rego, Macang Pacar Manggarai Barat.

D diciduk polisi di daerah Jimbaran sementara F, kekasihnya tengah diburu polisi di kampung halamannya.

Berdasarkan data yang dihimpun, bayi kembar itu dibalut kain merah yang dimasukkan ke dalam tas kain berwarna orange. Sebelum masuk ke dalam tas kain, bayi kembar itu disimpan dalam kantong keresek hitam.  

Informasi yang dihimpun @polrestadenpasar, saat ditemukan oleh saksi orok bayi tersebut diketahui kembar dengan jenis kelamin perempuan dibalut kain merah, dan dibungkus tas plastik hitam, ditaruh di dalam tas kain warna kuning/kream. Kondisi orok bayi tersebut sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Menurut keterangan sejumlah saksi, pada Sabtu, 14 Juli 2018 sekira pukul 04.00 WITA, tetangga kos F mendengar suara tangisan bayi yang berasal dari kamar sebelah.  

Keesokan harinya, sekira pukul 12.30 WITA, ia mencium bau busuk, dan memberitahukan kejadian tersebut kepada pengelola kos.

Menurut polisi F sebelumnya menghuni kamar tersebut dengan seorang perempuan yang tidak diketahui identitasnya. 

Saat kejadian, F yang menempuh studi di salah satu Universitas di Denpasar pulang kampung pada hari Sabtu, 14 Juli 2018 dengan alasan mengambil ijazah. 

Dari hasil identifikasi Polresta Denpasar, diketahui bahwa dua orok bayi kembar berjenis kelamin perempuan, berumur kurang lebih 8 bulan, terdapat luka robek pada bagian leher dan perut.

Bayi tersebut diperkirakan meninggal dunia sejak 2 hari yang lalu. Selanjutnya orok tersebut dibawa ke RSUP Sanglah oleh ambulans BPBD Kota Denpasar untuk dilakukan otopsi.

Pelaku D diancam dengan Pasal berlapis yakni Pasal 341, Pasal 342 dan Pasal 343 KUHP serta UU Perlindungan Anak pidana seumur hidup jika memang terbukti pembunuhan ini dilakukan secara berencana.

Reporter: Marselinus Gual
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500