Misteri Tewasnya Balita Ni Kadek Candra di Bali, Terkendala Teknis

Estimasi Baca :

Ilustrasi kekerasan anak. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Ilustrasi kekerasan anak. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Kriminologi.id - Misteri kematian seorang balita bernama Ni Kadek Candra Dinata alias Gek Candra masih tetutup kabut selama 4 tahun. Kepolisian Karangasem mengatakan penyebab kematian Ni Kadek tersebut masih dalam penyelidikan.

Kepada Kriminologi.id, Kepala Kepolisian Resor Karangasem AKBP IGN Agung Ade Pande Anom mengatakan, hingga kini, pihaknya masih melakukan proses penanganan perkara tersebut.

"Proses penanganan perkara masih tetap berjalan dari kami. Kami sebaik mungkin tetap mengungkap kasus tersebut," ujar AKBP Agung melalui sambungan telepon, Senin, 4 Juni 2018.

Agung menjelaskan pihaknya mengalami kendala dalam mengungkap kasus kematian Gek Candra tersebut. Meski mengakui adanya kendala, namun Agung enggan mengungkapkan kendala yang dialami anggotanya di lapangan.  

"Tentu ada beberapa hambatan yang tidak bisa saya sampaikan karena berkaitan dengan teknis perkara. Yang jelas, Satreskrim kami masih tetap atensi terhadap kasus tersebut," kata Agung.

Lamanya proses pengungkapan kasus dugaan pembunuhan terhadap balita Gek Candra, pihaknya meminta maaf kepada keluarga.

"Khusus kepada keluarga korban, kami dari pihak Kepolisian Karangasem terus berusaha untuk mengungkap perkara tersebut, sampai saat ini kasusnya masih berjalan, kami juga mohon maaf karena sampai saat ini kasus tersebut belum terungkap," kata Agung.

Berdasarkan data yang Kriminologi.id himpun, pada 20 Januari 2015 seorang bocah bernama Ni Kadek Candra Dinata alias Gek Candra berusia 15 bulan ditemukan meninggal di gorong-gorong daerah rumahnya di Banjar Dinas Iseh, Desa Sindu Wati, Sidemen Karangasem, Bali. 

Lokasi penemuan jenazah itu hanya berjarak 1,5 kilometer dari rumahnya. Jenazah korban sudah tertutup dahan pohon kelapa.

Kala itu, orang tua korban yakni I Wayan Surata dan Ni Komang Suryati asal Sidemen, Karangasem, merasa tidak puas dengan kesimpulan yang diberikan pihak kepolisian setempat.

Polisi mengatakan bahwa korban meninggal karena tenggelam. Sementara dari hasil autopsi, tim medis menunjukkan tanda-tanda korban dibunuh.

Lamanya proses penyelidikan yang belum membuahkan hasil, membuat kedua orangtua korban meminta bantuan Siti Sapurah alias Ipung sebagai kuasa hukumnya

Mewakili pihak keluarga, Ipung meminta supaya Kasatreskrim Polres Karangasem segera membuka lagi kasus ini dan mendalami lagi BAP dari pemeriksaan saksi-saksi.

Sebab, sudah ada 24 saksi yang memberikan keterangan. Dengan adanya para saksi tersebut, ia mendesak agar para saksi dapat diperiksa kembali.

Pada Minggu, 3 Juni 2018, pihak keluarga korban, tim kuasa hukum, serta Sahabat Gek Candra melakukan aksi damai dan pembubuhan tanda tangan di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar untuk mendukung kepolisian untuk mengungkap kasus ini.

Di aksi tersebut, kuasa hukum orang tua korban, Siti Saparuah mengatakan bahwa aksi ini merupakan spontanitas dan mengajak masyarakat untuk peduli terhadap kasus tewasnya Gek Candra yang terindikasi kuat akibat pembunuhan. MSA

Baca Selengkapnya

Home Renata Anak Misteri Tewasnya Balita Ni Kadek Candra di Bali, Terkendala Teknis

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu