Ilustrasi penculikan anak. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Pedagang Tanah Abang Culik Anak 5 Tahun, Bawa Kabur ke Pariaman

Estimasi Baca:
Senin, 23 Jul 2018 11:15:52 WIB

Kriminologi.id - Polisi menangkap Herman (37), pelaku penculikan anak perempuan berusia lima tahun yang dibawa kabur dari Tanah Abang, Jakarta Pusat ke Pariaman, Sumatera Barat. Herman sehari-hari bekerja sebagai pedagang asongan di depan Stasiun Tanah Abang.

Kapolsek Tanah Abang AKBP Lukman mengatakan, Herman ditangkap di Pariaman pada Sabtu, 21 Juli 2018 atas bantuan jajaran Polres Pariaman.

Lukman mengatakan, pelaku menculik dan membawa kabur PA sejak 11 Juli 2018 lalu.

Kronologi penculikan itu berawal saat pelaku yang sering menitipkan gerobak dagangan miliknya di tempat tinggal korban di Gang Masjid Besar, RT 14 RW 07, Kelurahan Kebon Kacang, Tanah Abang.

"Korban ini tinggal bersama neneknya," kata Lukman di Jakarta, Senin, 23 Juli 2018.
 
Korban dengan mudah dibawa pergi karena pelaku mengiming-imingi permen dan makanan kepada korban hingga akhirnya leluasa membawa pergi dengan cara digendong.

Pelaku membawa korban menggunakan kereta api ke Rangkas Bitung. Setelah itu, perjalanan berlanjut ke arah Merak menggunakan kereta api. 

Usai menyeberang menggunakan kapal laut dari Merak ke Bakauheni, pelaku membawa korban melanjutkan perjalanan ke Terminal Rajabasa dan menggunakan bus untuk sampai ke Pariaman. 

"Setiap tiba di beberapa kota sepanjang perjalanan dari Jakarta sampai dengan Sumatera Barat, korban disuruh mengemis dengan membawa ember merah," ungkap Lukman.

Terungkapnya kasus penculikan ini bermula ketika seorang warga mencurigai gelagat pelaku dan korban saat sedang bermain di pantai di Gerbang Dermaga Gandoriah, Pariaman, Sumatera Barat, Jumat, 20 Juli 2018 sekitar pukul 18.00 WIB.  

"Saksi mencurigai bahwa anak yang dibawa oleh tersangka bukanlah anak kandung. Terlihat dari cara tersangka memperlakukan korban dan juga korban memanggil tersangka dengan sebutan 39," tuturnya.

Merasa curiga, saksi kemudian melaporkan hal itu ke Polres Pariaman hingga petugas melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan korban. Hasil pemeriksaan tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Tanah Abang.

"Polres Pariaman akhirnya menghubungi kami Polsek Metro Tanah Abang untuk membantu melaksanakan pengecekan perihal apakah ada laporan anak hilang di wilayah Tanah Abang dengan identitas PA usia lima tahun," terang Lukman.

Menurut Lukman, dari hasil pengecekan itu akhirnya ditemukan memang ada laporan anak hilang. Selanjutnya pada Sabtu, 21 Juli 2018, petugas Polsek Metro Tanah Abang menjemput pelaku dan korban ke Polres Pariaman, Polda Sumatera Barat. 

"Setelah sampai di Jakarta, korban langsung dikembalikan kepada keluarganya," tutur Lukman.

Lukman mengatakan, pelaku ternyata seorang residivis kasus penculikan anak yang pernah ditangkap pada 2011 oleh Polres Pariaman. Pelaku mendapat vonis 5 tahun penjara karena melakukan penculikan terhadap dua orang anak. 

Lukman menambahkan, pelaku dikenakan Pasal 83 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara dan denda paling sedikit Rp 60 juta dan paling banyak Rp 300 juta.

Reporter: Erwin Maulana
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500