ilustrasi pelecehan seksual anak. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Pelecehan Siswi SD di Bekasi Berakhir Damai, Pelaku Biayai Pemulihan

Estimasi Baca:
Jumat, 31 Ags 2018 12:55:26 WIB

Kriminologi.id - Kasus pelecehan seksual terhadap siswi kelas 6 Sekolah Dasar berinisial F (12) oleh delapan temannya di Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengakibatkan trauma hingga korban menolak untuk masuk sekolah selama satu minggu. Kasus tersebut kini berakhir damai dan tidak melanjutkan kasus itu.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bekasi, Muhammad Rozak mengatakan, pihak keluarga korban dan pelaku sepakat untuk tidak membawa kasus ini ke ranah hukum.

"Pihak keluarga korban dan pelaku sudah dimediasi oleh sekolah. Sudah tidak ada tuntutan perkara ke hukum atau kepolisian, hanya difasilitasi dengan mediasi," kata Rozak kepada Kriminologi.id, Jumat, 31 Agustus 2018.

Rozak menjelaskan, kasus tersebut telah selesai secara kekeluargaan setelah pihak sekolah mempertemukan keluarga korban dan pelaku.

Dari pertemuan tersebut, keluar keputusan bahwa keluarga pelaku bersedia membiayai pemulihan kondisi korban. Korban sempat trauma atas perlakuan dari delapan temannya itu.

"Sudah dbicarakan secara kekeluargaan, jadi mereka membantu biaya pemulihan korbanya, jadi sudah selesai," kata Rozak.

Rozak menjelaskan, pelecehan seksual yang dilakukan terhadap korban F tidak sampai menyentuh bagian organ tubuh korban.

"Jadi enggak sampe pelecehan seksual yang menyentuh bagian organ tubuhnya, itu hanya diciumin, dipegang payudaranya," kata Rozak menambahkan.

Menurut Rozak, kejadian ini merupakan kenakalan anak-anak saat jam istirahat di dalam kelas. Bahkan, saat itu tidak ada pengawasan dari pihak sekolah.

Akibat dari pelecehan seksual ini, Rozak menuturkan, korban mengalami traumatik, di antaranya tidak mau sekolah selama seminggu dan tidak siap bertemu dengan para pelaku. 

"Dia takut terhadap kasus yang menimpanya, masih diinget-inget sama dia, jadi belum siap untuk melihat kondisi anak-anak pelaku itu," kata Rozak.

Tidak hanya itu saja. Usai aksi pelecehan yang dilakukan oleh delapan temannya itu, korban F juga suka berteriak-teriak di malam hari.

"Dua hari pertama dia jadi pendiam,  hari ketiga kami dapat informasi dari ibunya anak itu suka teriak-teriak pada malam hari, tidak karuan," kata Rozak.

Meski korban sempat mengalami trauma, Rozak menjelaskan, kini kondisi korban F sudah membaik. Korban sudah beraktivitas seperti biasa. Namun, kata Rozak, korban tetap ingin pindah sekolah. 

"Sekarang sudah mulai bisa baik, keadaan baik, sudah bisa aktivitas biasa. (Dia) pengen pindah sekolahnya, kita lagi usahakan pindahnya, mengurus data pokok pendidikannya, pengurusan pindahnya sedang kami urus," kata Rozak.

Sebelumnya diberitakan, seorang siswi kelas 6 SD di daerah Sukatani, Kabupaten Bekasi berinisial F menjadi korban pelecehan seksual delapan teman prianya yang dilakukan di ruang kelas saat jam istirahat. Aksi tersebut terjadi pada Kamis, 16 Agustus 2018. 

Korban ditarik beberapa teman lelakinya berjumlah delapan orang ke dalam kelas. Siswa laki-laki itu kemudian memeluk dan meraba bagian payudara korban. Aksi ini disaksikan oleh siswi perempuan di dalam kelas.

Kasus tersebut terungkap setelah keluarga korban melaporkan kasus pelecehan seksual tersebut ke KPAD Kabupaten Bekasi satu minggu kemudian.

Reporter: Rahmat Kurnia
Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500