Pelaku pembuang janin bayi lima bulan saat rilis di Mapolrestabes Bandung, (8/6/2018). Foto: Arief pratama/Kriminologi.id

Pembantu Buang Janin Kembar Syok, Ditanya Polisi Cuma Menangis

Estimasi Baca:
Sabtu, 9 Jun 2018 14:24:05 WIB

Kriminologi.id - Polrestabe Bandung, Jawa Barat masih mendalami kasus pembuangan janin kembar yang dilakukan oleh RA (24), seorang pembantu rumah tangga. Pascaditangkap, RA dilaporkan mengalami syok berat dan belum menjawab pertanyaan polisi.

"Pelaku syok berat, gak mau ngomong sama sekali, banyak menangis. Makanya kami pelan-pelan melakukan pendalaman atas tindakan RA membuang janin bayi berusia lima bulan," kata Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Bandung, Ipda Denia di Bandung, Sabtu, 9 Juni 2018.

Menurut Denia, sebelum menggugurkan kandungannya, RA kerap menyembunyikan kondisi kehamilannya dari rekan kerjanya bernama Ida. Polisi berencana memeriksa Ida guna mengetahui apakah pelaku telah menikah siri dengan D, pria yang diduga menghamili RA.

"Ada rekannya yang tahu yakni Ida, namun RA selalu mengatakan tidak hamil. Kami juga akan mendalami peran saksi Ida ini untuk mengungkap apakah RA dan D menikah siri," tutur Denia.

RA ditangkap setelah diketahui mengugurkan kandungannya yang berusia lima bulan. Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo menjelaskan, RA membuang janin karena meminum obat perangsang untuk menggugurkan kandungan. 

"Pengakuannya itu disuruh keluarganya, untuk digugurkan," katanya di Mapolrestabes Bandung, Jumat, 8 Juni 2018.

Dua janin perempuan kembar yang dibuang itu merupakan hasil hubungan asmara antara RA dan D.

"Sementara itu keluarga RA meminta agar janin digugurkan jika belum menikah secara resmi. Sejauh ini hubungan RA dan D berstatus nikah siri," ujarnya.

Sementara Kanit PPA Polrestabes Bandung, Ipda Denia menjelaskan pelaku pembuang janin setelah meminum pil jenis Inflesco.

"Pil untuk menggugurkan kandungan, belinya di online shop. Pembeliam obat tersebut atas dasar informasi dari pacaranya D ini," katanya.

RA, menurut Denia, meminum 10 butir inflesco, pada hari Rabu, 6 Juni 2018 malam. "Lalu Kamis dini hari janin kembar itu dikeluarkan tersangka di kamarnya di tempat majikannya," ujarnya.

Atas tindakan tersangka, Polisi menjerat dengan Pasal 80 ayat (3) dan (4) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dan Pasal 341, 181 KUHPidana. MG

Reporter: Arief Pratama
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500