Ilustrasi pemerkosaan. Ilustrasi: Ist/Kriminologi.id

Pencabul Siswi SMP di Bandung Jadikan Korban Sebagai Budak Seks

Estimasi Baca:
Jumat, 10 Ags 2018 19:15:08 WIB

Kriminologi.id - Pelaku pencabulan anak di bawah umur bernama Farid (26) terhadap siswi SMP berinisial GSP (13) diduga menjadikan korbannya sebagai budak seks. Dugaan ini keluar dari pihak polisi karena pelaku merekam aksi pencabulan itu menggunakan video. 

"Kami menduga demikian, karena sejak Farid menyetubuhi korban GSP, Farid melakukan perekaman videonya dengan GSP, dan itu diketahui oleh GSP, bahkan dirinya berjanji tidak akan menyebar, namun tetap disebarkannya,' jelas Kombes Pol Umar Surya Fana, Jumat, 10 Agustus 2018.

Pelaku, kata Umar, merekam sendiri aksi pencabulannya terhadap GSP dengan menggunakan video. Meski pelaku sudah melakukan hubungan intim sebanyak dua kali dengan korban GSP, namun kata Umar, pelaku hanya merekam aksi pencabulan itu satu kali. 

"Pengakuannya dua kali, satu kali direkam dan yang kedua tidak," kata Umar.

Setelah merekam video itu, Farid lalu menyebarkannya ke teman-teman korban, hingga sampai ke tangan orang tua korban.

"Dia (pelaku) menyimpan nomor HP rekan korban, lalu di-share video itu. Hingga sampai ke orang tua GSP," jelasnya.

https://cdn.kriminologi.id/news_picture_thumb/pelaku-pencabulan-terhadap-anak-di-1533891636.jpg

Saat ini, untuk melengkapi bukti, Ditreskrimum telah mengirimkan telepon selular milik Farid ke Bareskrim untuk didalami. 

"Kita dalami untuk digital forensik, dari situ bisa mengembang bahwa Farid berkomunikasi dengan siapa saja," jelasnya.

Saat ini, kata Umar, pihaknya akan mendalami kejiwaan pelaku.

Sebelumnya diberitakan, Kepolisian Daerah Jawa Barat mengamankan pria berinisial FS alias Farid (26) lantaran mencabuli anak di bawah umur berinisial GSP (13).

Usai mencabuli korban dan merekam aksinya, pelaku kemudian mengirimkan video itu ke teman-teman korban hingga sampai ke tangan orang tua korban. Polisi berhasil membekuk pelaku pada awal Agustus 2018 di sekitar Kota Bandung, Jawa Barat. Tindakan pelaku terhadap korban sudah memenuhi unsur kekerasan terhadap anak di bawah umur.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal pencabulan dan atau persetubuhan anak di bawah umur dengan Pasal 81 juncto Pasal 76 D, dan atau Pasal 82 Jo Pasal 76E UU Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dan atau Pasal 27 ayat 1 UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). YH I 

Reporter: Arief Pratama
Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500