Polda Jabar ungkap kasus pencabulan anak di bawah umur, Foto: Arief Pratama/Kriminologi.id

Pencabul Siswi SMP, Pelanggannya Ibu Rumah Tangga di Luar Kota Bandung

Estimasi Baca:
Jumat, 10 Ags 2018 23:00:36 WIB

Kriminologi.id - Target aksi pencabulan yang dilakukan Farid (26) rupanya tidak hanya menyasar pada anak di bawah umur saja. Tersangka sebelumnya bahkan melakukan aksi bejat itu kepada wanita dewasa baik di dalam maupun di luar kota Bandung.

"Di luar kota juga ada, kalau dia datang ke sini (Bandung)," kata Farid singkat di depan sejumlah wartawan, di Mapolda Bandung, Jumat, 10 Agustus 2018.

Farid mengakui, lokasi bisnisnya itu hanya dilakukan di Kota Bandung, Jawa Barat. Target yang ia sasar selama ini adalah perempuan dewasa berusia 40 tahun.

"Konsumennya ibu rumah tangga, semua umur 40 tahun ke atas," kata Farid dengan wajah yang ditutupi kain. 

Motif aksi nekatnya ini, berdasarkan hasil penyidikan polisi dari jajaran perlindungan perempuan dan anak (PPA) Ditreskrimum Polda Jabar, cukup mencengangkan. Sebab, tersangka sudah melakukan hubungan intim dengan perempuan dewasa itu sejak SMP.

"Jadi pelaku mengakui bahwa sejak SMP behubungan suami istri dengan wanita lebih tua atau tante tante gitu," kata Direskrimum Polda Jabar Kombes Pol Umar Surya Fana Umar.

https://cdn.kriminologi.id/news_picture_thumb/pelaku-pencabulan-terhadap-anak-di-1533891636.jpg

Umar menambahkan, tersangka Farid ini masuk kategori gigolo. Bahkan, figur Farid sudah dikenal di Kota Bandung. 

"Dia ini cukup terkenal di kalangan tante-tante dan ini hasil penyelidikan tim PPA di lapangan. Jadi ibaratnya dia ini sudah expert sama yang lebih tua di atas dia. Makanya dia menjadikan anak di bawah umur budak seksnya," imbuh Umar.

Pihaknya akan terus mengungkap kasus pencabulan anak ini, baik dari segi motif, serta unsur penyebarannya. Kombes Umar memastikan, akan mendalami pola penyebaran videonya apakah spontan atau ada unsur lainnya.

"Pelaku menyebarkan video hubungan badannya dengan GSP melalui WhatsApp rekan korban. Apakah ini sengaja atau memang ada unsur lainnya. Terkait perekaman sendiri pelaku mengakui dilakukan oleh sendiri, tanpa ada pihak yang menyuruh. Itu pengakuan pelaku, namun kami tak akan berhenti di situ," ujar Umar.

Kini pelaku sudah mendekam di sel Direskrimum Polda Jabar. Pelaku terancam hukuman delapan tahun penjara untuk kasus pencabulan anak di bawah umur. Selain itu, pelaku juga dijerat enam tahun hukuman penjara penjara untuk kasus penyebaran video melalui media sosial berdasarkan UU ITE. YH I

Reporter: Arief Pratama
Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500