Ilustrasi pencabulan. Ilustrasi: Pixabay

Pencabulan Anak oleh Ayahnya di Depok, Percakapan SMS Jadi Petunjuk

Estimasi Baca:
Selasa, 24 Jul 2018 21:55:56 WIB

Kriminologi.id - Aksi pencabulan anak di bawah umur berinisial M (16) oleh ayah tirinya di Cimanggis, Kota Depok terungkap melalui percakapan pesan singkat atau SMS.

Percakapan tak senonoh antara M dan S (50), ayah tirinya yang mengungkap kasus pencabulan tersebut. 

Keluarga korban melalui pengacaranya, Nurhayati Tantri langsung membuat laporan ke Polresta Depok, Senin, 16 Juli 2018 seminggu lalu.

M mengakui telah dua tahun menjadi korban pencabulan ayah tirinya. Perbuatan bejat sang ayah pada anaknya ini dilakukan dengan alasan sebagai hukuman anak yang tidak mengindahkan aturannya. M dilarang berpacaran oleh ayahnya.  

"Ini pelaku bapak tiri sendiri, sudah berlangsung dua tahun. Korban nggak pernah cerita karena takut. Dia pertama sekali melakukan hubungan itu karena sebagai hukuman awalnya. Soalnya korban nggak boleh punya temen cowok, kalau ketauan punya temen cowok akan dihukum begituan (dicabuli)," kata Nurhayati, seperti dilansir dari RRI, Selasa, 24 Juli 2018.

M sendiri adalah anak kandung dari D (30), yang menikah dengan S. Namun hubungan keluarganya yang dijalin S dan D berantakan.    

Nurhayati menjelaskan pihaknya telah melaporkan perbuatan sang ayah dalam surat laporan polisi STPLP/1841/k/7/2018/PMJ/RestaDepok. 

Saat ditanya sudah berapa kali korban mengalami pencabulan selama dua tahun itu, Nurhayati mengatakan korban tidak dapat mengingatnya lantaran perbuatan itu sudah terlalu sering dilakukan S. 

"Saking seringnya, korban bahkan lose track (nggak ingat) lagi. Karena kasus ini, ibu dengan bapak tirinya pisah. Ibu sama korban ada sama saya, anak dalam perlindungan kita, ibunya juga sama," ujar Nurhayati.

Meski sudah sepekan pascapelaporan di Polresta Depok, Nurhayati mengaku menyesalkan sikap pihak kepolisian yang belum menahan pelaku. Menurutnya, pihak kepolisian polisi baru akan melakukan penyelidikan jika ada hasil visum, dan korban M mendapat bukti pencabulan.

"Sampai saya minta untuk menahan pelaku malam ini, mereka (Polresta Depok) tetep nggak mau. Alasan mereka karena visum belum keluar dan saksi yang melihat nggak ada, hanya saksi korban," jelas Nurhayati.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Bintoro mengatakan, bahwa hasil visum baru keluar dari RS Polri Kramatjati.

Berdasarkan hasil visum tersebut, ia langsung langsung memerintahkan anggota Unit PPA Polresta Depok untuk melakukan penangkapan.

"Saat ini pelaku dalam proses pemeriksaan sebagai tersangka," ujar Bintoro singkat melalui pesan Whatsapp, Selasa, 24 Juli 2018. YH

Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: RRI
KOMENTAR
500/500