Ketua KPAI, Susanto, memberikan keterangan pers kepada awak media. Foto: Walda Morison/Kriminologi.id

Pencabulan Murid di Sekolah Depok, KPAI Soroti Sistem Rekrutmen Guru

Estimasi Baca:
Senin, 11 Jun 2018 17:25:34 WIB

Kriminologi.id - Hasil rapat koordinasi Polres Depok dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI, serta beberapa instansi penting lainnya, menghasilkan proyeksi jangka panjang yang dinilai bisa turut membantu mencegah terjadinya tindak kejahatan, salah satunya pencabulan yang kerap menimpa anak-anak.

Ketua KPAI, Susanto, menjelaskan poin penting dari proyeksi jangka panjang tersebut mengenai sistem rekrutmen yang ketat terhadap setiap tenaga pendidik sekolah dasar. Proyeksi ini akan dikoordinasikan dengan Wali Kota Depok sebagai langkah jangka panjang. 

“Pertama, mengenai sistem rekrutmen setiap guru atau tenaga pengajar. Jadi, sistem perekrutannya harus benar-benar ketat, baik guru honorer maupun guru PNS. Hal tersebut penting, mengingat apabila ada ruang celah bagi tersangka ketika mengikuti proses rekrutmen, maka akan menjadi malapetaka di kemudian hari,” kata Susanto di Depok, Jawa Barat, Senin, 11 Juni 2018.

Susanto mengharapkan, dengan adanya sistem rekrutmen tenaga pengajar demikian ketat, kasus pencabulan tidak akan terjadi lagi. Oleh karena itu, ia berharap kasus pencabulan yang dilakukan oleh tersangka WR terhadap belasan anak didiknya merupakan yang terakhir.

"Kami harapkan ini adalah accident pertama dan terakhir. Tidak ada lagi kasus-kasus serupa yang akan terulang di kemudian hari," papar Susanto.

Susanto menjelaskan, selain harus mempunyai sistrm rekrutmen yang baik, sekolah juga harus memiliki sistem deteksi dini yang mumpuni agar bisa menjamin keselamatan anak. Deteksi dini bisa dimulai dari sisi manajemen sekolah. 

“Kita wajib memperhatikan bagaimana sistem deteksi dini yang dilakukan oleh pihak sekolah. Karena, sekolah tidak hanya berkewajiban menyediakan tempat belajar, tapi juga harus menjamin rasa aman dan nyaman semaksimal mungkin bagi setiap anak yang mengikuti proses belajar di sekoka," ujar Susanto.

Oleh karena itu, Susanto berharap kemampuan sistem deteksi dini tersebut juga harus diperhatikan oleh setiap kepala sekolah agar bisa mencegah terjadinya hal-hal yang bisa menempatkan anak berada dalam posisi menjadi korban kejahatan. TD

Reporter: Erwin Maulana
Penulis: Tito Dirhantoro
KOMENTAR
500/500