Ilustrasi pencabulan. Ilustrasi: Pixabay

Pencabulan Siswi SMP, Guru Korban yang Pertama Lihat Video Porno

Estimasi Baca:
Jumat, 10 Ags 2018 20:20:45 WIB

Kriminologi.id - Tersebarnya video pencabulan anak yang dilakukan FS alias Farid (26) terhadap GSP (13) melalui aplikasi WhatsApp kepada rekan korban, akhirnya sampai ke guru korban. Dari tangan guru inilah, video itu diterima orang tua korban dan kasus ini pencabulannya terungkap.

"Hingga akhirnya salah satu guru korban menemukan video tersebut dari salah satu siswa dan melaporkannya kepada orang tua siswa sehingga akhirnya tersangka bisa tertangkap oleh Polda Jabar," kata Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Jumat, 10 Agustus 2018.

Atas kejadian ini, Kapolda Jabar menghimbau agar pihak sekolah secara rutin memeriksa telepon selular para siswa agar kasus ini tidak terulang lagi. 

Direskrimum Polda Jabar, Kombes Pol Umar Surya Fana menjelaskan, penyidik sedang mendalami dugaan adanya pesanan terhadap video porno,

"Diduga ada pemesan dan kami masih dalami hal itu. Jika memang ada, saya menduga ada korban lainnya," kata Kombes Umar menyatakan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil kloning dari telepon selular pelaku.

"Secara scientific kami masih menunggu hasil labfor hp pelaku. Agar bisa mengungkap kasus ini, " ucapnya.

https://cdn.kriminologi.id/news_picture_thumb/pelaku-pencabulan-terhadap-anak-di-1533891636.jpg

Saat ini, kata Umar, pihaknya akan memfokuskan diri mengembangkan ke pola penyebaran videonya. Selain itu, polisi juga mendalami kemungkinan adanya korban lain selain GSP.

Untuk mendampingi korban GPS, Polda Jabar menggandeng P2TP2A dan memberikan pemulihan atas trauma usai kejadian ini.

Sebelumnya diberitakan, Kepolisian Daerah Jawa Barat mengamankan pria berinisial FS alias Farid (26) lantaran mencabuli anak di bawah umur berinisial GSP (13).

Usai mencabuli korban dan merekam aksinya, pelaku kemudian mengirimkan video itu ke teman-teman korban, hingga video itu sampai ke tangan orang tua korban.

Pelaku diketahui telah menyetubuhi korban sebanyak dua kali. Pelaku mengaku hanya satu kali merekam aksi pencabulan itu terhadap GSP dengan menggunakan video dan menyebarkannya. Polisi membekuk pelaku pada awal Agustus 2018 di sekitar Kota Bandung, Jawa Barat. 

Tindakan pelaku terhadap korban sudah memenuhi unsur kekerasan terhadap anak di bawah umur. Pelaku dijerat polisi dengan pasal pencabulan dan atau persetubuhan anak di bawah umur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 juncto Pasal 76 D dan atau Pasal 82 Jo Pasal 76E UU Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Selain itu, pelaku juga terjerat dengan Pasal 27 ayat 1 UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). YH I 

Reporter: Arief Pratama
Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500