Penculik 2 Siswa SD di Klender Dikenal Suka Mengutil di Pasar

Estimasi Baca :

Penculikan. Ilustrasi: Kriminologi.id - Kriminologi.id
Korban penculikan. Ilustrasi: Kriminologi.id
"Bukan nyuri loh. Kalau nyuri itu partai besar, ini cuman ngutil barang, dikit doang. Saya tidak tahu sejak kapan dia kaya gitu," kata suami pelaku.

Kriminologi.id - Zuhriah, pelaku penculikan dan eksploitasi anak yang dijadikan sebagai pengutil, mendekam di balik jeruji besi pascaditetapkan sebagai tersangka pada Rabu 21 Maret 2018. Suami tersangka mengaku jika istrinya memiliki kebiasaan mengutil dan tidak mengetahui istrinya melakukan penculikan.

Kriminologi.id menemui Indra, suami Zuhriah, yang tinggal di sebuah gang yang terletak di Jalan Pertanian, Klender, Jakarta Timur, Jumat, 23 Maret 2018.

Rumah Zuhriah terbilang sangat sederhana dan agak sulit ditemukan karena terletak di gang yang hanya seukuran badan orang dewasa. Bahkan dari depan Jalan Pertanian, rumah tersebut masih berjarak sekitar 20 meter. 

Indra mengaku terkejut ketika mendengar bahwa istrinya ditangkap karena menculik dan mengekspolitasi dua siswa sekolah dasar. Bahkan Indra mengaku baru mengetahui jika ternyata selama ini istrinya bekerja sebagai pengutil barang di pasar.

"Bukan nyuri loh. Kalau nyuri itu partai besar, ini cuman ngutil barang, dikit doang. Saya tidak tahu sejak kapan dia kaya gitu," kata Indra kepada Kriminologi.id, Jumat, 23 Maret 2018.

Menurut penuturan Indra, semenjak istrinya ditahan, semua pekerjaan yang biasa dilakukannya pun terhenti. Pria yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online ini mengaku sudah beberapa hari tidak mencari penumpang. 

"Saya sudah beberapa hari ini engga narik dulu. Saya stres soalnya. Biasanya ngerokok sehari sebungkus, ini sehari bisa tiga bungkus," tutur Indra. 

Selain tidak bekerja, Indra mengaku sudah beberapa hari tidak makan karena stres memikirkan kondisi istrinya yang berada di penjara.

"Lihat nih, ini nasi dari tadi engga saya makan makan sampai bengkak begini. Dari kuahnya ada sampe ngga ada. Ga nafsu makan saya karena mikirin dia (Zuriah), " kata Indra dengan nada sedih. 

Indra juga mengeluhkan bahwa selama istrinya ditahan di Polres Metro Jakarta Timur, anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar kelas 4 kerap menangis.

"Saya sebenernya mau aja narik, tapi kalau saya narik, anak saya nangis ngga ada yang nemenin. Nih uang cuman tinggal segini (Rp 50 ribu) yang saya punya mas," kata Indra. 

Selain Indra, kesedihan juga dirasakan oleh anaknya yang berinisial S. Menurut Indra, S sudah beberapa hari tidak masuk sekolah. Indra menjelaskan, S enggan sekolah karena takut tertekan oleh lingkungan sekolahnya pascakejadian yang menimpa ibunya.

"Padahal dia pinter loh mas. Juara, masuk lima besar,” ujar Indra. Indra juga berharap kondisi istrinya sehat dan tetap kuat menghadapi musibah ini.  

Sebelumnya,  Zuriah diduga melakukan penculikan terhadap dua orang anak SD dengan inisial A (10) dan EK (10) pada Selasa, 20 Maret 2018. Keduanya diculik saat pulang sekolah. 

Zuhriah mengaku sedang mencari adiknya yang masih duduk di kelas 1 SD kepada kedua korban. Zuhriah menanyakan keberadaaan adiknya dengan alasan mau menjemput tapi sudah terlambat. 

Kedua korban pun diminta Zuhriah ikut bersamanya ke pasar Perumnas Klender untuk bertemu dengan Ibu Anis untuk menjelaskan kondisi tersebut. Dengan Modus tersebutlah kedua korban akhirnya mau mengikuti Zuriah ke pasar. Namun sesampainya di pasar, Zuhriah menyuruh kedua korban untuk mengutil buku sebanyak dua pak. Buku tersebut akhirnya untuk dijual kepada seseorang bernama Ninik.

Usai peristiwa itu, pelaku membelikan kedua korban minuman karena merasa haus.  Ketiganya pun langsung pergi menggunakan angkutan umum dan kedua korban diturunkan di Jalan Teratai Malakasari, Kecamatan Duren Sawit dan kemudian pulang ke rumah masing-masing. Hingga saat ini, polisi masih memeriksa pelaku dan beberapa saksi guna mendalami motif penculikan.

Baca Selengkapnya

Home Renata Anak Penculik 2 Siswa SD di Klender Dikenal Suka Mengutil di Pasar

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan tulis komentar kamu