Ilustrasi Mayat Bayi. Ilustrasi: Kriminologi.id

Penemuan Janin Bayi Ungkap Hubungan Sedarah Kakak Adik, Dibantu Ibunda

Estimasi Baca:
Rabu, 6 Jun 2018 15:40:08 WIB

Kriminologi.id - Hubungan badan antara AR (18) dan WA (15) yang merupakan kakak beradik terjadi di Batanghari, Jambi, hingga berujung hamil. Karena tak ingin malu pada tetangga, janin bayi yang dikandung sang adik diaborsi dengan dibantu ibundanya sendiri berinsial AD (38). Janin bayi tersebut kemudian dibuang ke perkebunan sawit milik warga.  

Usai janin bayi dibuang, beberapa saat kemudian seorang pemilik kebun terkejut lantaran menemukan janin bayi di perkebunan miliknya. Tak menunggu waktu lama, pemilik kebun langsung melaporkan penemuan janin bayi itu ke bidan setempat, yang kemudian diteruskan ke pihak kepolisian. Dari penyelidikan polisi, diketahui janin bayi itu merupakan hasil hubungan sedarah.

"Saat diamankan, kedua tersangka sempat menyangkal dengan perbuatannya. Namun, setelah dilakukan visum mereka tidak bisa mengelak lagi," kata Kasat Reskrim Polres Batanghari, Iptu Dimas Arki, di Batanghari, Jambi. 

Dimas menjelaskan, hubungan badan antara kakak dan adik itu dilakukan berulang kali. Dalam bayang-bayang ancaman, AR kerap memaksa adiknya WA untuk memuaskan nafsu bejatnya itu. Sang kakak tega melampiaskan nafsu bejatnya kepada adiknya sendiri karena terpengaruh dengan tontonan video porno.

Tanpa sepengetahuan orang tuanya, AR mengaku hubungan terlarang dengan adiknya itu kerap dilakukan di rumah. Akibat hubungan terlarang tersebut, WA pun hamil. Sang ibunda yang mengetahui anaknya hamil merasa panik lantaran bakal malu terhadap tetangga. Dibantu ibunya berinisial AD, akhirnya diputuskan janin bayi berusia 8 bulan yang tengah dikandung WA diaborsi. 

“Setelah digugurkan, janin yang berumur 8 bulan itu dibunag ke kebun sawit milik warga. Janin itu diperkirakan sudah dibuang kurang lebih satu minggu sebelum ditemukan warga dalam kondisi mengenaskan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dimas mengatakan, pihaknya menangkap masing-masing pelaku dalam waktu berbeda. Sang ibunda AD dan anak perempuannya WA selaku pelaku aborsi diamankan di rumahnnya pada malam usai jasad janin ditemukan. Sedangkan AR anak laki-lakinya diamankan sehari sesudah ditemukan janin tersebut.

Atas perbuatannya, masing-masing tersangaka dijerat pidana. Pelaku WA terkena Pasal 77 ayat A junto Pasal 45 A Undang-undang Perlindungan Anak. Sedangkan untuk pelaku laki-laki (kakaknya) yang menyetubuhi anak di bawah umur mendapat jeratan Pasal 81 ayat (3) junto Pasal 76 Undang-undang Perlindungan Anak.

“Ancaman menyetubuhi 15 tahun, aborsi 10 tahun, sedangkan orang tuanya turut serta dikenakan Pasal 55,” kata Dimas.

Penulis: Tito Dirhantoro
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500