Salah satu anak korban persekusi di Kampung Rawa Bambu Besar, Bekasi Utara. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Pengakuan Korban Persekusi Bekasi, Teman yang Mencuri Tapi Ikut Lari

Estimasi Baca:
Kamis, 12 Apr 2018 22:45:09 WIB
Dengan wajah yang terlihat seperti orang ketakutan, AJ menceritakan saat itu, Minggu, 8 April 2018 dini hari, ia beserta dua rekanya HK (12) dan R (14) nongkrong tidak jauh dari rumah.

Kriminologi.id - Wajah AJ (12) tampak lesu setelah lima hari mengurung diri di kamar rumahnya di Jalan Al Bahar, Kaliabang Bungur, Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Pengurungan diri AJ terjadi lantaran dirinya menjadi korban persekusi oleh Nur Tuyul beserta warga Kampung Rawa Bambu Besar, depan Masjid Al-Abror, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Dengan wajah yang terlihat seperti orang ketakutan, AJ menceritakan saat itu, Minggu, 8 April 2018 dini hari, ia beserta dua rekanya HK (12) dan R (14) nongkrong tidak jauh dari rumah. Bosan ketiganya pindah tongkrongan di dekat jemuran tepatnya di rumah mertua Nur Tuyul.

Di tongkrongan baru, HK pamit pergi sebentar, AJ dan R tidak mengetahui HK pergi ke mana. Ternyata HK pergi untuk mencuri jaket yang ada di jemuran milik mertua pelaku Nur alias Tuyul. Aksi HK ketahuan oleh Nur, HK kemudian melarikan diri, R dan AJ yang tidak tahu apa-apa juga ikut melarikan diri.

"Saya cuma diajak pindah tempat nongkrong, enggak tahu kalau mau nyuri jaket, ternyata temen saya ngambil jaket, ketahuan saya takut ikut lari juga," kata AJ di rumahnya, Kamis, 12 April 2018.

Ketiganya tunggang langgang dikejar Nur Tuyul dan rekan-rekanya. Pelarian ketuanya terhenti setelah Nur dkk bisa menangkap AJ, HK, sementara R berhasil melarikan diri dari kejaran Nur.

Setelah ditangkap, AJ dan HK langsung diarak pelaku dan warga lainnya menuju ke rumah AJ yang jaraknya sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian. Sebelum dibawa ke rumah, baju dan celana kedua anak dibuka hingga telanjang.

Saat diarak menuju rumah, leher AJ dan HK dibekap serta rambutnya dijambak sambil diteriaki maling. Ucapan itu membuat  warga keluar dari dalam rumah.

Sampai di rumah AJ, Tuyul dan warga lainya menggedor-gedor rumah orang tua AJ. Ayah AJ bernama Sudirman (58) kaget ketika melihat anaknya dikerumuni warga dengan keadaan tak berbusana.

Saat itu, kondisi Nut Tuyul sangat emosional. Anaknya AJ dipukuli, dijambak oleh Nur Tuyul.

"Saya udah mohon jangan di apa-apain, tapi pelaku tetap keukeuh melakukan kekerasan, dan ancam bakal melaporkan ke polisi," kata Sudirman.

Beruntung aksi persekusi bisa diatasi setelah ada tokoh yang menenangkan Nur Tuyul dan warga lainya. Kejadian itu berakhir dengan jalan kekeluargaan.

Reporter: Rahmat Kurnia
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500