Pengakuan Orang Tua Korban Pelecehan Guru di Depok Saat Lapor Polisi

Estimasi Baca :

Ilustrasi anak korban penyekapan. Foto: Pixabay - Kriminologi.id
Ilustrasi anak korban penyekapan. Foto: Pixabay

Kriminologi.id - Seorang guru berinisial AR di salah satu SD di kawasan Kota Depok, Jawa Barat (Jabar) dilaporkan sejumlah orang tua murid lantaran diduga melakukan pencabulan terhadap belasan siswa laki-laki.

Dugaan pencabulan itu berawal dari pengakuan seorang siswa kepada orang tuanya. Jika siswa itu menolak, guru tersebut mengancam tidak akan memberikan kenaikan pangkat pada ekstrakurikuler Pramuka. 

"Anak-anak ini diminta untuk buka celana terus dilihat sama dia (AR). Kalau tidak mau nanti nilainya dikurangi dan tidak dinaikan pangkatnya," kata AK, salah seorang orang tua dari korban dugaan pencabulan kepada Kriminolog.id saat ditemui di Mapolres Kota Depok, Rabu, 6 Juni 2018.

Selain itu, dikatakan AK, dari pengakuan anaknya, ia berkoordinasi dengan orang tua murid lain untuk memastikan perbuatan oknum guru tersebut. Setelah berkoordinasi, AK mengaku terkaget pencabulan yang dialami anaknya juga dialami beberapa siswa lainnya. 

Bahkan, dari keterangan para siswa yang rata-rata duduk di kelas 5 dan 6 itu, aksi pencabulan oleh AR telah terjadi beberapa tahun terakhir. Selain itu, kata AK, aksi pencabulan ke beberapa murid tersebut dilakukan di tempat yang berbeda.  

"Sudah dua tahun lalu. Sebenarnya banyak yang juga jadi korban tapi merka tidak mau melapor karena malu," ucap AK.

Hingga saat ini, lima orang tua beserta anaknya masih berada di Mapolresta Depok untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan pencabulan itu. Selain itu, pihak kepolisian juga belum memberikan keterangan resmi terkait laporan dugaan pencabulan tersebut.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 15 anak diduga menjadi korban pelecehan seksual gurunya di Depok, Jawa Barat (Jabar). Namun, dari belasan korban tersebut, hanya empat yang berani melaporkan ke polisi.

Salah satu orang tua korban sudah melaporkan kasus ini kepada kepala sekolah setempat. Namun, pihak sekolah malah terkesan ingin menutupi kasus tersebut.

Sebelumnya, salah satu orang tua korban pelecehan seksual anak oleh gurunya di Depok, Jawa Barat (Jabar), Liya membocorkan sedikit identitas terduga pelaku. Sang guru SDN 10 Tugu Depok itu ternyata dikenal sosok yang religius karena memiliki pemahaman agama yang terbilang kuat.

"Dia orangnya alim, guru ngaji juga, mirip kasus Emon Sukabumi lah," kata Liya di RS Polri Kramat Jati, Rabu, 6 Juni 2018.

Sang guru yang melakukan perbuatan tidak senonoh itu bernama bernama A Rahman. Ia berumur 23 tahun.

Di sekolah itu, sang guru mengajar salah satu maja pelajaran Bahasa Inggris. Selain itu, ia juga merupakan wali kelas 2.

Kedatangan Liya ke RS Polri adalah untuk melakukan visum anaknya. Liya tidak sendiri, ia juga ditemani orang tua korban lainnya yang melakukan hal yang terhadap anaknya.

Keempat anak yang merupakan korban pelecehan seksual sang guru adalah laki-laki. Langkah para orang tua korban melakukan visum anaknya itu dilakukan setelah melaporkan sang guru ke Polres Depok.

Mereka mendatangi gedung Visum dan Medikolegal RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu, 6 Juni 2018 pukul 13.00 WIB. "Iya kami datang untuk melakukan visum di RS Polri," ujar Liya. YH/ DM

Baca Selengkapnya

Home Renata Anak Pengakuan Orang Tua Korban Pelecehan Guru di Depok Saat Lapor Polisi

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu