BR, mantan menteri kesehatan di Pekalongan jadi tersangka malpraktik khitan, Foto: Tribrata Polres Pekalongan

Pensiunan Mantri Potong dan Simpan Kemaluan Anak di Tas Saat Khitanan

Estimasi Baca:
Senin, 10 Sep 2018 13:55:48 WIB

Kriminologi.id - Seorang bocah berusia 9 tahun di Pekalongan, Jawa Tengah, mengalami nasib nahas saat dikhitan oleh seorang pensiunan mantri kesehatan berinisial BR (60). Kemaluan korban terpotong sepanjang 2 centimeter dan disembunyikan di dalam tas pelaku.

"Itu terpotong dua centimeter, diketahui saat akan merapikan kemalauan korban," kata AKBP Wawan Kurniawan saat menggelar ekspos kasus malapraktik khitan dengan tesangka BR, di Polres Pekalongan, Senin, 10 September 2018.

Menurut Wawan Kurniawan, kasus malapraktik itu terjadi rumah korban, Kamis, 30 Agustus 2018 malam sekira pukul 18.30 WIB di Desa Logandeng, Kecamatan Krangdadap, Kabupaten Pekalongan.

BR yang merupakan pensiunan mantri kesehatan dipanggil oleh ayah korban untuk melakukan khitan pada anaknya. Saat tiba di rumah, BR meminta korban untuk berbaring di atas ranjang yang berada di dalam kamar dengan mengenakan sarung.

Kemudian pelaku menghubungkan alat bantu khitan yaitu laser yang dibawanya ke sambungan listrik. Setelah alat siap, pelaku membuka kulit ujung penis korban dan membersihkan kepala penis bagian dalam dengan menggunakan kapas.

Selanjutnya pelaku menarik kulit ujung penis korban ke atas dan menjepitnya menggunakan gunting penjepit dengan tangan kiri. Sedangkan tangan kanannya memegang alat potong laser.

Pada saat itu mulai proses khitan, korban tiba tiba menangis dan kemudian dirangkul oleh orang tuanya dan memberitahu kepada pelaku bahwa korban masih merasa kesakitan.

Akan tetapi pelaku hanya diam dan meneruskan proses khitan tersebut. Setelah ujung penis terpotong, pelaku mencari bagian kepala penis guna dilakukan penjahitan tetapi tidak kunjung menemukan kepala penis.

Kemudian orang tuanya merasa curiga jika kepala penis ikut terpotong, lalu ia mengambil potongan ujung penis yang berada di atas tas milik pelaku.

Atas kejadian tersebut korban dibawa ke RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan untuk dilakukan perawatan lebih lanjut. Kemudian, pada Rabu, 5 September 2018 keluarga melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Atas kejadian tersebut, pelaku akan dijerat dengan Pasal 360 ayat 1 KUHP tentang kelalaian yang ancaman hukumannya 5 tahun hukuman kurungan.

KOMENTAR
500/500