Jasad bayi Calista saat disemayamkan di rumah duka di Karawang, Jawa Barat. Foto: Humas Polres Karawang

Penyidikan Kasus Tewasnya Bayi Calista Terus Berlanjut

Estimasi Baca:
Selasa, 27 Mar 2018 11:59:51 WIB
Pihak kepolsian saat ini tengah melakukan pemeriksaan dan pemulihan psikologis terhadap Sinta, ibu kandung bayi Calista.

Kriminologi.id - Polres Karawang, Jawa Barat, menegaskan proses hukum kasus tewasnya bayi Calista di tangan ibunya, Sinta, tetap berlanjut. Saat ini pihak Polres Karawang tengah melakukan pemulihan psikologis terhadap pelaku dengan melibatkan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

Kasatreskrim Polres Karawang, AKP Maradona Armin Mappaseng menjelaskan, saat ini untuk pmeriksaan dan pemulihan kondisi psikologis Sinta dilakukan pendampingan oleh tim P2TP2A Karawang.

"Untuk pemulihan psikologis memang ada pendampingan oleh P2TP2A, dan dipastikan kasus tetap berlanjut," kata Armin saat dihubungi, Selasa, 27 Maret 2018.

Menurut Armin, adanya pernyataan tentang kelanjutan kasus Sinta yang melakukan kekerasan kepada anak kandungnya, sempat ditanyakan pihak keluarga saat prosesi pemakaman bayi Calista.

"Jadi saat pemakaman memang ada pihak keluarga menanyakan terkait kelanjutan kasus, karena dalam suasana pemakaman jadi kita menjawab tengah mempertimbangkan kelanjutan kasus hukum, karena kondisi keluarga yang tengah berduka," ujar Armin.

Sementara itu menurut Armin, pihak penyidik unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Karawang akan memeriksa kondisi psikologi Sinta secara terpisah dari tim Pendampingan P2TP2A.

"Pemeriksaan psikologis dari dokter polisi Polda Jabar akan dilakukan secepatnya kepada tersangka Sinta," tutur Armin.

Ibu kandung dari bayi Calista, Sinta Noviana dijerat pasal berlapis atas perlakuannya kepada anak kandungnya yang baru berusia 14 bulan. Bayi Calista akhirnya meninggal akibat kekerasan yang dialaminya.

Menurut Armin, pelaku dijerat pasal berlapis tentang kekerasan dalam rumah tangga dan perlindungan anak.

"Kita jerat dengan Pasal 44 ayat 2, jika meninggal menjadi ayat 3 UU RI no 23 tahun 2004 ttg Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau pasal 80 ayat, karena korban meninggal jadi ayat 3 &4 UU RI no 17 thn 2016 ttg Penetapan PERPPU No 1 tahun 2016 ttg perubahan kedua atas UU RI no.23 thn 2002 ttg Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang Jo Pasal 351 ayat 2 jika meninggal jadi ayat 3 Jo Pasal 64 KUHPidana," ujar Armin.

Diberitakan sebelumnya, bayi bernama Calista mengalami koma di RSUD Karawang akibat dianiaya Sinta, ibu kandungnya. Penganiayaan sang ibu terhadap balitanya itu sangat kejam dan terus berulang selama 2 bulan. 

Penganiayaan itu dilakukan mulai dari penganiayaan ringat seperti mencubit, memukul hingga puncaknya membenturkan kepala anaknya ke tembok. Penganiayaan terakhir yang menjadi pemicu Calista mengalami koma saat dianiaya hingga jatuh menimpa rak piring. 

Luka tersebut merambat ke organ tubuh lainnya dan menjadi pemicu Calista mengalami koma. Sinta mengelak kalau luka di sekujur tubuh Calista itu akibat ulahnya. Ibu muda itu Darja, kekasihnya, yang menjadi pelaku penganiaya anaknya hingga meninggalkan luka di tubuh anaknya itu.

Sinta dan Calista tinggal di rumah Darja, di Kampung Iplik, Desa Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Namun Sita belum memberikan jawaban saat ditanya ayah kandung Calista. Ia hanya merespons pertanyaan itu dengan tangis. 

Pihak rumah sakit menyatakan Calista mengalami penurunan pada refleknya di banding dengan balita pada umumnya. Pada kedua mata Calista pun terdapat infeksi. Calista juga mengalami peradangan otak yang menjadi penyebab balita itu belum sadarkan diri. 

Sinta telah ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan Calista. Penetapan ini berdasarkan bukti visum dan keterangan saksi yang menyimpulkan sang ibu adalah pelakunya.AS

KOMENTAR
500/500