Persekusi 2 Siswa SMP Bekasi, Mertua Tersangka Siapkan Bukti CCTV

Estimasi Baca :

Rumah Alim mertua Tuyul tersangka persekusi. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Rumah Alim mertua Tuyul tersangka persekusi. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id
Dari informasi yang didapat, keluarga Alim, mertua Muhammad Nur alias Tuyul, berencana melaporkan kejadian pencurian yang dilakukan HK dan AJ ke Polres Metro Bekasi Kota.

Kriminologi.id - Alim (60) korban pencurian jaket kecewa kepolisian telah menetapkan menantunya Muhammad Nur alias Tuyul (41) sebagai tersangka kasus persekusi terhadap dua orang anak berinisial AJ dan HK.

Tuyul ditetapkan sebagai tersangka berawal dari anak Alim bernama Tio memergoki aksi HK dan AJ ketahuan mencuri sweater milik Alim yang sedang terjemur di depan rumah kontrakannya di Kampung Rawa Bambu Besar, RT 02 RW 16, Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Saat itu Minggu, 8 April 2018 pukul 01.00 WIB Tio yang masih bermain handphone mendengar suara berisik di depan rumah, setelah dicek ternyata ada HK yang mengambil sweater robek dari jemuran.

Tio lantas teriak maling, teriakan itu membuat Tuyul yang tinggal di dekat rumah mertuanya terbangun dan ikut mengejar pelaku.

"Anak saya langsung kejar dan teriak maling, maling panik, sweater saya langsung dibuang," kata Alim kepada Kriminologi.id, Jumat, 13 April 2018.

Saat Tio dan Tuyul mengejar pelaku, ternyata ada satu pelaku lainya berada depan gang. Jarak dari gang ke rumah Alim sekitar 20 meter.

"Pas dikejar ketangkep dibawa lagi ke lokasi dia ngambil, banyak warga yang datang dan kondisi ramai saat itu, warga juga kesel," kata Alim.

Muhammad Nur Tuyul, tersangka persekusi dua bocah di Kampung Rawa Bambu Besar, Bekasi Utara, Kota Bekasi. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id
Muhammad Nur Tuyul, tersangka persekusi dua bocah di Kampung Rawa Bambu Besar, Bekasi Utara, Kota Bekasi. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Saat ditangkap AJ dan HK langsung ditelanjangi, dipukuli dan rambutnya dijambak. Menurut Alim, Tio dan menantunya Tuyul tidak ikut memukuli dan menelanjangi kedua anak.

"Kalau kata anak dan menantu saya, tidak ada pemukulan, kalau dibugilin, itu bukan si Nur, tapi masa yang emang sudah pada kesel sama si anak," kata Alim.

Menurut Alim, kepolisian bisa melihat dari CCTV, di mana massa yang begitu banyak membugili AJ dan HK.

"Liat aja di CCTV, Nur enggak bugilin, itu saking banyaknya massa," kata Alim.

Dari informasi yang berkembang, AJ dan HK diarak dengan keadaan tak berbusana, Alim mengatakan tidak ada kejadian seperti itu.

"Kejadianya itu dua anak ini dinaikin pake motor, dibawa ke rumah orang tuannya," kata Alim.

Salah satu anak korban persekusi di Kampung Rawa Bambu Besar, Bekasi Utara. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id
Salah satu anak korban persekusi di Kampung Rawa Bambu Besar, Bekasi Utara. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Saat di rumah orang tuanya, AJ dan HK telah dipakaikan busana. Keduanya akhirnya dibawa ke rumah pak RW 16 bernama Madsudi. Kata Alim, di rumah pak RW masalah diselesaikan secara kekeluargaan.

Alim bingung ditetapkannya Tuyul sebagai tersangka. Padahal menurut Alim, dirinya dan keluarga menjadi korban pencurian yang dilakukan AJ dan HK. Dari informasi yang didapat, keluarga Alim berencana melaporkan kejadian pencurian yang dilakukan HK dan AJ ke Polres Metro Bekasi Kota.

Sementara itu Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Indarto mengatakan apa yang dilakukan warga ketika menangkap pencuri  sudah benar. Namun kesalahannya warga melakukan aksi persekusi hingga menelanjangi.

"Sudah benar, dibawa diserahkan ke RW, tapi yang salah itu ada main hakim sendiri, sampai ditelanjangi," kata Indarto di Mapolrestro Bekasi Kota, Jumat, 13 April 2018 malam. DM

Baca Selengkapnya

Home Renata Anak Persekusi 2 Siswa SMP Bekasi, Mertua Tersangka Siapkan Bukti CCTV

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan tulis komentar kamu