Petani Cabuli 9 Bocah SD Terungkap Setelah Korban Lapor ke Orang Tua

Estimasi Baca :

Gambar kekerasan anak. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Gambar kekerasan anak. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id
Seorang petani paruh baya diketahui mencabuli 9 anak SD. Pencabulan dilakukan dalam rentang Maret hingga April 2018.

Kriminologi.id - Seorang pelaku paedofil yang berprofesi sebagai petani di sebuah desa di Kecamatan Kuantan Tengah, Kuantan Singingi berinisial M ditangkap aparat Polres Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Diketahui, pelaku M mencabuli korbannya sebanyak 9 anak yang masih menuntut ilmu di sekolah yang sama.

“Sejauh ini korban ada sembilan anak yang berusia tujuh hingga sembilan tahun,” kata Kepala Polres Kuantan Singingi, Ajun Komisaris Besar Fibri Karpiananto di Pekanbaru, Riau, Senin, 16 April 2018.

Dalam perkara ini, kata Fibri, pihaknya telah menetapkan pria berusia 57 tahun itu sebagai tersangka. Pihaknya hingga kini masih terus mendalami kasus tersebut guna mengungkap kemungkinan bertambahnya korban. 

Fibri menjelaskan, kasus pencabulan yang dilakukan oleh pelaku M dapat terungkap berawal dari laporan orang tua yang anaknya menjadi korban kepada polisi setempat pada Sabtu, 14 April 2018. Dalam laporannya, orang tua korban mengatakan anaknya yang masih duduk di kelas satu Sekolah Dasar Negeri di Kuantan Tengah menjadi korban aksi bejat M.

Menurut pengakuan sang anak yang disampaikan oleh orang tuanya, tindakan tercela M dilakukan di rumahnya pada Maret 2018. Usai mendapat laporan dari orang tua korban, Fibri memerintahkan jajarannya untuk langsung melakukan penyelidikan.

Dari hasil penyelidikan, diketahui korban pencabulan M ternyata ada sembilan anak. Para korban tersebut juga bersekolah di sekolah yang sama. Pelaku M melakukan aksi pencabulannya kepada para korban dalam rentang Maret sampai April 2018.

"Anak-anak yang menjadi korban tersangka selama ini tidak berani melapor ke orang tua karena diancam tersangka," ujarnya.

Selama beberapa hari melakukan penyelidikan, polisi akhirnya menangkap tersangka M di rumahnya tanpa perlawanan. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Adapun ancamannya hukuman penjara 15 tahun.

Lebih jauh, ia menuturkan pihaknya terus memberikan pendampingan kepada para korban sebagai upaya memulihkan kondisi psikologis anak-anak tersebut. 

Dalam sepekan terakhir, kasus pencabulan yang menyasar anak-anak di Provinsi Riau terus terjadi. Baru-baru ini, lima siswa SD di Kabupaten Pelalawan juga menjadi korban pelaku paedofil.

Baca Selengkapnya

Home Renata Anak Petani Cabuli 9 Bocah SD Terungkap Setelah Korban Lapor ke Orang Tua

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan tulis komentar kamu