Ilustrasi penculikan bayi. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Polisi Dalami Motif Penculikan Anak Jaksa TTU, Diduga Terkait Korupsi

Estimasi Baca:
Kamis, 31 Mei 2018 09:10:28 WIB

Kriminologi.id - Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) mendalami motif penculikan bocah Richad Mantolas (4), anak Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kundrat Mantolas. Diduga penculikan ini terkait dengan kasus korupsi yang tengah ditangani Kundrat Mantolas.

Tim gabungan Polda Nusa Tenggara Timur ( NTT) dan Polres Kupang Kota sebelumnya menangkap RK dan CN, dua pelaku penculikan pada Selasa, 29 Mei 2018 malam. 

"Untuk motif masih kami dalami terkait latar belakang kasus tersebut. Apakah hanya karena keterkaitan dengan pekerjaan ayah korban atau ada motif lain sehingga tersangka melakukan tindakkan penculikan terhadap korban RM yang masih berusia 4 tahun," kata Kabid Humas Polda NTT Kombes Jules Abraham Abast saat dihubungi Kriminologi.id via pesan singkat, Jakarta, Kamis, 31 Mei 2018.

RK adalah warga Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU. Sementara CN adalah warga TTU yang tinggal di Jakarta. Pada 21 Maret 2018, RK ditetapkan sebagai tersangka kasus menyelewengkan dana desa tahun anggaran 2016 oleh Kejari TTU.

RK yang merupakan seorang kontarktor itu ditetapkan sebagai tersangka bersama Kepala Desa Noenasi, Kecamatan Miomafo Tengah berinisial MPA, dan mantan Sekretaris Desa Noenasi berinisial SO. RK berperan sebagai penyuplai untuk proyek pembangunan satu ruas jalan baru sepanjang 1.300 meter yang dikerjakan secara swakelola. 

Berdasarkan hasil hitungan Inspektorat dan Poltek Negeri Kupang, nilai kerugian dalam proyek itu sebesar Rp 400 juta.

Reporter: Marselinus Gual
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500